Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN infrastruktur yang digencarkan Presiden Joko Widodo terbukti mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah. Keberhasilan tersebut dicapai melalui pembangunan baik sarana maupu prasarana transportasi.
Menurut Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin pembangunan infrastruktur di era Jokowi merupakan jawaban dari persoalan yang dihadapi daerah selama ini. Menurutnya, hal tersebut sangat membantu mobilitas masyarakat sehari-hari.
"Pembangunan infrastruktur itu sebetulnya untuk meningkatkan konektivitas Indonesia yang selama ini menjadi masalah," kata Muryanto dalam keterangan yang diterima, Sabtu (22/1).
Muryanto mengapresiasi setiap program pembangunan infrastruktur Jokowi di seluruh pelosok Tanah Air. Menurutnya Jokowi begitu konsisten menyelesaikan setiap program pembangunan yang sudah sesuai dengan rencana sebelumnya.
Karena itu ia menilai pembangunan di era Jokowi sudah jauh lebih progresif. Sehingga, lanjut ia, masyarakat bisa merasakan langusng manfaatnya. "Kalau dilihat dari timeline pemerintahan, (pembangunan) dari sejak 2015 sampai sekarang. Progres untuk infrastruktur itu lebih progresif," imbuh Muryanto.
Ditambahkan, penilaian tersebut tidak menjadi hal yang berlebihan. Lantaran masyarakat dapat melihat sendiri beragam program pembangunan infrastruktur yang sudah diresmikan langsung Jokowi.
"Jadi misalnya dari jumlah jalan yang dibangun, jembatan, tol dan segala macam lebih banyak luasannya. Setelah itu barulah saya kira itu menjadi tools dalam Indonesia maju menjadi infrastruktur pendukung,” kata Muryanto.
Sebelumnya Presiden Jokowi tetap akan melanjutkan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah demi meningkatkan daya saing negara. Mengingat hal demikian juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional. (RO/OL-15)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Otoritas Palestina meradang lantaran Israel kian memperketat kendali atas Tepi Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved