Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam melakukan proses pembangunan.
"Dalam melaksanakan proses pembangunan, harus dikedepankan pertimbangan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan demi mewujudkan kualitas hidup anak bangsa yang lebih baik di masa depan," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat menghadiri acara Metro TV Green Summit bertema Accelerating Indonesia’s Green Transition di Jakarta, Kamis (22/1).
Hadir sebagai Keynote Speech pada acara itu, Ekonom, Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Menteri Lingkungan Hidup 1978 - 1993, Emil Salim. Hadir pula antara lain, Diaz Hendropriyono (Wakil Menteri Lingkungan Hidup), Bambang Patijaya (Ketua Komisi XII DPR RI), Djoko Siswanto (Kepala SKK Migas), Sugeng Suparwoto (Wakil Ketua Komisi XII DPR RI), dan sejumlah direksi perusahaan energi, telekomunikasi, dan keuangan di tanah air.
Menurut Lestari, kepedulian terhadap pelestarian alam dalam setiap proses pembangunan harus konsisten dilakukan oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat. Rerie, sapaan akrab Lestari menilai, upaya membangun solidaritas untuk bersama-sama mengedepankan faktor lingkungan dan keberlanjutan dalam setiap proses pembangunan harus segera dilakukan.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, upaya menanamkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sejak dini juga penting dilakukan kepada setiap anak bangsa.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat bahwa dengan pemahaman yang sama antara para pemangku kepentingan dan masyarakat, terkait pentingnya mengedepankan pelestarian lingkungan hidup dalam proses pembangunan, upaya melahirkan anak bangsa yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan adalah sebuah keniscayaan.
Pada keynote speech-nya, Emil Salim menegaskan bahwa dalam menjalankan kehidupan, kita harus mampu menyatukan alam, manusia, dan kerja-kerja, dalam satu kesatuan. "Bila manusia dengan akal pikirannya malah membongkar alam," tegas Emil Salim, yang diberikan alam adalah banjir dan polusi udara. (H-3)
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Founder sekaligus Pemimpin Umum Suratkabar Kampus UI Salemba, Antony Z Abidin, menekankan pentingnya warisan nilai profesionalisme dan etika jurnalistik.
Penghargaan itu diberikan di acara Exhibition & Tribute to Prof. Emil Salim, yang menjadi puncak peringatan Dies Natalis ke-9 SIL UI di Jakarta, Rabu (30/8).
PRESIDEN RI Prabowo Subianto mengunjungi mantan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) Emil Salim di kediaman Emil.
PRESIDEN Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, (22/1)
ADA dua kisah singkat tentang manusia satu abad yang hidupnya sungguh berarti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved