Kamis 06 Januari 2022, 17:16 WIB

Luhut: Aplikasi Monitoring Karantina Cegah Penularan Omikron

Insi Nantika Jelita | Humaniora
 Luhut: Aplikasi Monitoring Karantina Cegah Penularan Omikron

ANTARA/FIKRI YUSUF
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan

 

MENTERI Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, peluncuran aplikasi monitoring karantina bernama Presisi yang diinisiasi oleh Polri di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) bisa mengantisipasi penularan covid-19.

“Inisiatif dari Kapolri sangat bagus, aplikasi monitoring ini membantu mendisiplinkan orang-orang yang datang dari luar negeri karena hampir 90% penularan Omikron bersumber dari perjalanan luar negeri," kata Luhut dalam keterangannya saat di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (1/6)

Menko Marves mengapresiasi aplikasi tersebut untuk mengawasi pergerakan masyarakat yang tengah di karantina di dalam negeri.

"Inisiatif Kapolri ini saya apresiasi sehingga kita menjadi negara yang kompak dalam penanganan ini. BIN juga memainkan peran dalam penanganan ini," ucapnya.

"Kita tidak perlu pananoid berlebihan tetapi kita harus tetap hati-hati”, tambah Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan peluncuran aplikasi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo.

"Peluncuran aplikasi ini merupakan arahan dari Presiden untuk pengawasan secara lebih ketat khususnya terhadap para pelaku perjalanan luar negeri yang baru kembali dan harus melakukan proses karantina,” sebutnya.

Baca juga: Kerja Sama Semua Pihak Optimalkan Pengendalian Varian Omikron

Lebih jauh, Kapolri mengatakan bahwa kendati selama kurang lebih 170 hari laju penularan covid-19 masih terkendali, namun pihaknya berkomitmen tak ingin lengah dalam mengantisipasi lonjakan covid-19 kedepannya.

"Sat ini masih bisa kendalikan namun demikian ketika kita lengah maka potensi peningkatan terhadap kenaikan kasus covid-19 bisa terjadi,” tuturnya.

Adapun manfaat Aplikasi Monitoring Karantina antara lain Polri akan memiliki database petugas yang berwenang melakukan monitoring per lokasi karantina, petugas di lapangan memiliki data terkait update nama-nama pelaku karantina yang harus dimonitor per lokasi karantina.

Kemudian, terdapat fitur pendeteksi koordinat sebagai upaya mendisiplinkan pelaku karantina, terdapat dashboard di command center sebagai bentuk monitoring berjenjang.

Petugas bakal menerima notifikasi apabila ada peserta karantina yang sedang dimonitor berada 200 meter di luar radius karantina. Pihak yang dapat mengakses aplikasi tersebut adalah pelaku karantina, petugas yang berwenang, command center dan pihak terkait. (A-2)

 

Baca Juga

Instagram @drg.triputra

Ini Alasan Tri Putra Konsisten Suarakan Kesehatan Gigi Lewat Media Sosial

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 Mei 2022, 13:00 WIB
Tri menceritakan, awal mula dirinya membuat video tindakan-tindakan medis terhadap pasiennya karena ingin membuat masyarakat lebih paham...
Antara/Yusuf Nugroho.

Apakah Nikotin Timbulkan Kanker?

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 12:40 WIB
Yang perlu menjadi catatan, dalam konteks konsumsi rokok tembakau, nikotin tidak seberbahaya zat lain yang terkandung dalam rokok, yaitu...
MI/HO

Presiden Jadi Wali Nikah Pernikahan Adiknya dan Ketua MK

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 26 Mei 2022, 11:14 WIB
Pernikahan yang berlangsung khidmat itu digelar secara terbatas dan hanya dihadiri keluarga dan kerabat terdekat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya