Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan segudang manfaat vaksin covid-19 bagi anak. IDAI berharap para orang tua semakin yakin membawa anaknya menerima vaksin tersebut.
“Vaksin mencegah anak usia lima tahun ke atas dari covid-19,” kata anggota satuan tugas (satgas) imunisasi IDAI Cissy Prawira dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, (21/12).
Baca juga: Obat Covid-19 AstraZeneca Diklaim Mampu Tangkal Varian Omikron
Cissy mengatakan anak yang terlindungi dari covid-19 bakal berdampak luas. Virus tidak akan menular pada keluarga bahkan orang lain di sekitarnya.
“Termasuk bagi adiknya di bawah usia lima tahun yang belum bisa divaksin,” papar dia.
Selain itu, vaksin covid-19 mencegah anak mengalami gejala berat bila terpapar virus berbahaya itu. Kemudian memastikan keamanan dan kenyamanan anak saat melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
“Serta aman melakukan olahraga, bermain, dan melakukan kegiatan bersama,” jelas Cissy. (H-3)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved