Sabtu 18 Desember 2021, 12:00 WIB

Wamenkes Akui Indonesia Masih  Memiliki Masalah Kesehatan yang Persisten

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Wamenkes Akui Indonesia Masih  Memiliki Masalah Kesehatan yang Persisten

ANTARA/Muhammad Iqbal
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono

 

WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, saat ini, Indonesia masih memiliki masalah kesehatan yang persisten. Hal itu bisa dilihat dari beberapa indikator seperti harapan hidup, angka kematian, angka kematian bayi, dan lainnya.

"Harapan hidup kita 71 tahun itu masih di bawah di Asia Timur dan Asia Pasifik (75), Turki (77), Amerika Serikat (79), dan Australia 83 tahun," kata Dante dalam webinar Towards Covid-19 Endemic Readiness dari FKM UI, Sabtu (18/12).

Kemudian angka kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi mencapai 305 kematian per 100 ribu kelahiran hidup. 

Baca juga: Ini yang Harus Anda Perhatikan untuk Mendeteksi Masalah Tumbuh Kembang Anak

Adapun angka kematian bayi juga masih cukup tinggi yakni 22 kematian dari 1.000 kelahiran hidup. Angka itu lebih tinggi dibandingkan Vietnam dengan 15 kematian dan Singapura yang hanya 2 kematian.

Kemudian jumlah kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular lebih tinggi dibandingkan Asia Tenggara. 

"Rata-rata kematian akibat penyakit tidak menular di Indonesia mencapai 73% sementara di Asia Tenggara rata-ratanya hanya 60%," ujar Dante.

Lalu, 39% dari populasi umur 15 tahun merokok ini juga menjadi masalah di masyarakat dan harus cepat kita atasi. Kemudian angka tuberkulosis Indonesia berada di urutan ke-3 tertinggi di dunia sesudah Tiongkok dan India.

Kementerian kesehatan telah menetapkan komitmen untuk melakukan transformasi kesehatan dengan 6 pilar yakni transformasi layanan primer, transformasi lain layanan rujukan, transformasi sistem kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, informasi SDM kesehatan. dan teknologi kesehatan.

"Kalau kita melakukan transformasi sistem kesehatan primer maka seharusnya kita melakukan pencegahan yang lebih baik, agar 70% penyebab kematian yang bisa diatasi sebenarnya bisa diatasi dengan dana 17% dan 67% bisa diobati," ungkapnya. (OL-1)

Baca Juga

Dok. Baznas

BAZNAS Resmikan UPZ STF UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:46 WIB
Ketua BAZNAS RI Noor Achmad mengutarakan rasa syukurnya lantaran kembali bertambahnya UPZ BAZNAS setelah terbentuknya UPZ Social Trust Fund...
ANTARA FOTO/Basri Marzuki

KLHK Siapkan Anggaran Rp1,6 M untuk Kegiatan Berbasis Masyarakat

👤Atalya Puspa 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:18 WIB
Sebanyak Rp1,6 miliar dialokasikan kepada setiap unit eselon 1 untuk kegiatan berbasis masyarakat di lapangan. Seperti misalnya patroli,...
MI/Retno Hemawati

DPR Nilai Implementasi Program BRIN Lemah

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:17 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Mulyanto menilai implementasi program Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sangat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya