Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan pola asuh keluarga pada anak menjadi salah satu penentu apakah anak mengalami obesitas atau tidak.
Pada dasarnya anak membutuhkan gizi yang seimbang yang ada saat lahir hingga usia 5 atau 6 bulan biasanya diperlukan ASI, jika berat badannya tidak naik maka diberikan makanan tambahan. Yang potensial gemuk adalah diberikan susu formula dari awal dan tidak diberikan ASI eksklusif sehingga memicu berat badan lebih besar.
"Kalori yang terkandung dalam susu formula lebih besar dibandingkan dengan kalori yang ada pada ASI. Apalagi jika dipengaruhi dengan faktor genetik dari orang tua yang sudah memiliki gen obesitas bisa menentukan anak itu bisa ikut obesitas," kata Dante dalam dialog FMB9 secara daring, Senin (24/7).
Baca juga: Smart Eater, Bijak Sebelum Makan untuk Cegah Obesitas
Pola asuh di dalam keluarga juga berpengaruh pada berat badan anak yang berlebih.
"Jika hiburan di keluarganya hanya makan maka anaknya akan mudah gemuk, sehingga pola hiburan tidak makan perlu dialihkan ke aktivitas fisik," ujarnya.
Baca juga: Cipto, Tukang Ojek dengan Obesitas 200 Kg Asal Tangerang Meninggal di RSCM
Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan POM Rita Endang menegaskan seluruh makanan kemasan wajib memiliki label yang menampilkan informasi nilai gizi dan wajib mencantumkan gula, garam, lemak jenuh, total lemak dan sebagainya. Sehingga masyarakat bisa mengetahui konsumsi gula pada produk tersebut.
"Secara standar anak usia 7-12 tahun adalah 2150 kkal jadi itu wajib untuk produk kemasan dari industri atau pun produk produksi usaha mikro kecil, jadi itu wajib dibuat dalam produk," katanya.
Diketahui batas seseorang mengonsumsi gula per hari yaitu 50 gram atau 4 sendok makan. Selain nilai produk, perlunya pengawasan orang tua terhadap asupan anak juga harus dilakukan sehingga edukasi terkait pencegahan obesitas pada anak harus dipahami setiap orang tua.
"Kita juga perlu edukasi terus menerus yang diberikan bukan hanya masyarakat tetapi advokasi kepada pemerintah daerah hingga kader. Bukan hanya itu tapi juga pelaku usaha terkait informasi nilai gizi," pungkasnya. (Iam/Z-7)
Menkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan pihaknya menghentikan sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif Unpad di RS Hasan Sadikin
Dengan kerja sama strategis dari semua pemangku kepentingan, ini akan membantu memperkuat upaya penyebaran informasi mengenai faktor risiko obesitas pada anak dan cara pencegahannya.
Para delegasi membahas isu masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan sebaliknya, serta pengembangan kebijakan publik yang inklusif dan adil sebagai solusi.
WAKIL Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono mengatakan akan membahas bersama dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, soal sanksi perundungan
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mencanangkan smart eater pada masyarakat agar lebih bijak sebelum makan dan mencegah terjadi obesitas atau overweight.
BPOM mencatat, suplemen ilegal dapat berasal dari pabrik-pabrik tersembunyi yang beroperasi di tengah permukiman padat dengan kondisi yang jauh dari standar Cara Pembuatan yang Baik (CPB).
TPID bersama Satgas Pangan bertugas menjamin kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok penting, sambil aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan dan keberhasilan Kosmesia dalam mendampingi UMKM kosmetik melalui Proaktif yang digagas BPOM.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem distribusi produk yang aman, transparan, dan terpercaya.
BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 di Aula Bhinneka Tunggal Ika (BTI) BPOM, Jakarta, Selasa (28/10
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemandirian farmasi nasional melalui pengembangan obat bahan alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved