Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
ASPEK pertumbuhan dan aspek perkembangan perlu diperhatikan guna memastikan tumbuh kembang anak berjalan baik. Hal itu dikatakan dokter spesialis anak Melisa Lilisari dari Klinik Bamed Bintaro.
Melisa menjelaskan, aspek pertumbuhan merupakan aspek fisik yang meliputi angka berat badan anak, tinggi badan anak, dan lingkar kepala anak.
Aspek ini harus dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan pada dua tahun pertama untuk mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan yang menandakan permasalahan nutrisi sedini mungkin.
Baca juga: Ibu Hamil Diingatkan untuk Rutin Bergerak di Masa Pandemi
"Caranya adalah dengan memasukkan angka berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala pada grafik pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin," kata Melisa dalam siaran pers, Jumat (17/12).
Sementara aspek perkembangan, lanjut Melisa, menilai tentang peningkatan kemampuan atau kepintaran seorang anak yang dapat dikorelasikan dengan penilaian terhadap maturitas fungsi organ atau kualitas organ anak.
Ada empat komponen yang harus dinilai, yaitu motorik kasar, motorik halus, kemampuan komunikasi atau berbicara, sosial, dan kemandirian.
Melisa mengatakan menilai pertumbuhan dan perkembangan anak sudah pasti akan dilakukan dokter spesialis anak ketika kunjungan biasa atau kunjungan vaksinasi.
Namun, orangtua juga dapat membantu memantau dengan memasukkan penilaian ke dalam aplikasi Primaku dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dapat diunduh secara gratis.
Selain itu, lanjut dia, pemberian nutrisi yang baik untuk anak juga harus diberikan pada masa pertumbuhan.
"Pada prinsipnya, nutrisi anak yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan adalah komponen makronutrien yaitu karbohidrat, protein, lemak, dan komponen mikronutrien (berbagai jenis mineral dan vitamin yang terkandung dalam sayur dan buah yang beragam)," jelasnya.
Mengutip data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, Melisa mengatakan, selama lima tahun terakhir, masih terdapat beberapa masalah kesehatan anak yang sering terjadi antara lain berat badan lahir rendah (BBLR), gizi buruk atau malnutrisi, dan penyakit menular untuk anak di bawah lima tahun seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, TB paru, dan diare.
"Pada masa pandemi sering kali orangtua khawatir membawa buah hati ke fasilitas kesehatan untuk melakukan vaksinasi dan kontrol. Hal ini harus dihindari karena vaksin pada anak tetap menjadi prioritas, untuk menghindari munculnya kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah dieradikasi karena vaksin," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Pendampingan orangtua selama film berlangsung sangatlah krusial untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak.
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved