Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
POLA hidup sehat, terutama dalam hal asupan makanan, memang harus dibiasakan sejak dini. Sebab, setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh akan sangat berpengaruh pada kualitas kesehatan dan juga kekebalan tubuh.
Namun, membiasakan makan sehat merupakan suatu tantangan bagi sebagian orangtua, terutama saat membuat anak untuk suka makan sayur.
Jika disiasati dengan cara yang tepat, ternyata anak akan suka dengan makanan olahan sayur yang menyehatkan.
Baca juga: Konsumsi Yoghurt Setiap hari Baik untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi
"Mendidik anak untuk terbiasa makan sayur memang tidak mudah bagi sebagian orang. Sebagai orangtua, kita perlu menyiasati sayur dengan semenarik mungkin agar makan sayur terasa nikmat," kata CEO Mamang Sayur, Havid M, dalam siaran resmi, Selasa (7/12).
Havid memberikan beberapa kiat menerapkan kebiasaan makan sayur untuk anak yang bisa Anda terapkan.
Dengan membuat sayur menjadi jus, sayur akan semakin mudah dikonsumsi. Berbagai pilihan sayuran yang dapat dijadikan jus meliputi brokoli, bit, wortel, seledri, bayam, dan kale.
Agar semakin nikmat, Anda dapat mengombinasikan sayur dengan buah yang kaya akan protein atau yoghurt.
Campurkan dengan buah yang memiliki rasa manis agar rasa pahit dari sayur tidak begitu terasa, salah satunya adalah kombinasi antara pisang dan brokoli.
Tidak kalah penting, berikan apresiasi dalam bentuk pujian atau hadiah setiap kali anak sudah mengonsumsi atau menghabiskan sayur. Hal itu akan membuat anak semakin bersemangat untuk makan sayur.
Anda juga bisa sesekali memberikan anak hadiah agar lebih termotivasi. Mereka akan terbiasa makan sayur secara perlahan sejak dini, bahkan bisa menjadikan sayur sebagai makanan favoritnya.
Perlu diingat, jangan berikan makanan tidak sehat sebagai bentuk apresiasi untuk anak.
Banyak orang membuat kreasi sayur agar dapat menambah ketertarikan anak untuk memakan sayur. Salah satu caranya adalah dengan menyajikan sayuran dalam bentuk dan penataan yang unik, seperti membuat sayuran menjadi puding, membuat bentuk hewan di atas nasi menggunakan potongan sayuran, serta memotong sayur dengan cetakan khusus agar membentuk pola yang lucu.
Tidak hanya itu, Anda juga bisa menambahkan daging di menu capcay atau menambahkan saus keju pada sayur.
Selain menambah rasa penasaran dan selera anak untuk mencicipinya, langkah ini juga dapat meningkatkan kreativitas si kecil.
Supaya anak tidak bosan dan semakin mengenal beragam jenis sayur, ganti pilihan sayur setiap harinya. Hal ini dapat meningkatkan rasa penasaran anak pada sayuran yang mereka konsumsi. Dengan memberikan sayuran yang beragam, Anda dapat mengetahui variasi sayur mana yang mereka sukai. (Ant/OL-1)
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Hal ini bisa menyebabkan bau mulut.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved