Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Tips Mengatasi Post Holiday Blues Saat Kembali Bekerja

Basuki Eka Purnama
04/4/2026 11:39
Tips Mengatasi Post Holiday Blues Saat Kembali Bekerja
Ilustrasi(Freepik)

KEMBALI ke rutinitas kantor setelah libur panjang sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak karyawan. Rasa enggan, sulit berkonsentrasi, hingga kelelahan fisik kerap menyertai hari pertama bekerja, sebuah fenomena yang sering dikenal sebagai post holiday blues.

Psikolog klinis lulusan Universitas Padjadjaran, Virginia Hanny M.Psi., menjelaskan bahwa perasaan berat saat kembali bekerja adalah hal yang wajar. Menurut psikolog dari Personal Growth ini, tubuh dan mental membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian kembali atau re-adjustment setelah periode kebersamaan yang intens selama liburan.

Memahami Post Holiday Blues

Virginia menyebutkan bahwa kelelahan saat mudik atau intensitas bertemu banyak orang selama libur Lebaran dapat memicu kelelahan fisik, sosial, dan emosional. Hal ini berdampak pada penurunan energi yang membuat seseorang merasa terbebani saat harus menghadapi tumpukan pekerjaan.

“Tidak perlu langsung kembali 100% produktif. Fokus pada re-adjustment terlebih dahulu. Mulai dari tugas ringan atau administratif misalnya membaca email, menyusun to-do list, atau mengecek prioritas kerja,” ujar Virginia, dikutip Sabtu (4/4).

Kiat Menghadapi Hari Pertama Kerja

Untuk mengatasi transisi ini, Virginia membagikan beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan oleh individu agar proses kembali bekerja menjadi lebih ringan:

Kategori Langkah yang Disarankan
Persiapan Dini Menyesuaikan ritme tidur dan jam makan 1-2 hari sebelum masuk kerja.
Manajemen Tugas Menurunkan ekspektasi diri, membuat target kecil, dan fokus pada tugas administratif ringan.
Keseimbangan Mempertahankan aktivitas positif dari liburan dan menyisihkan waktu untuk hal menyenangkan di luar jam kerja.
Fokus Menyusun skala prioritas untuk mengembalikan rasa kontrol atas pekerjaan.

Peran Perusahaan dalam Masa Transisi

Tidak hanya dari sisi individu, Virginia menekankan bahwa perusahaan memiliki peran krusial dalam membantu karyawan melewati fase transisi ini. Pemahaman perusahaan terhadap proses psikologis karyawan dapat membantu pemulihan energi dan meningkatkan produktivitas jangka panjang.

Beberapa pendekatan yang disarankan bagi pemberi kerja antara lain:

  • Menghindari Deadline Ketat: Tidak menumpuk tenggat waktu pekerjaan tepat di hari pertama masuk.
  • Waktu Adaptasi: Memberikan ruang 1–2 hari bagi karyawan untuk mengingat kembali progres pekerjaan yang sedang berjalan.
  • Fleksibilitas: Menghindari penjadwalan rapat besar atau target berat di awal minggu kerja.
  • Komunikasi Suportif: Atasan diharapkan memberikan skala prioritas yang jelas untuk membantu karyawan fokus pada tugas terpenting.

Dengan kolaborasi antara kesiapan individu dan dukungan lingkungan kerja, fenomena post holiday blues dapat teratasi dengan lebih baik, sehingga performa kerja dapat kembali optimal secara bertahap. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya