Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada Desember 2021 sampai April 2022 akan terjadi peningkatan pembentukan badai-badai tropis. Hal ini dikhawatirkan berpengaruh terhadap keselamatan transportasi dan masyarakat terutama pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan persiapan BMKG dalam mendukung posko pengendalian transportasi selama periode Nataru kurang lebih adalah seperti yang dilakukan setiap tahun.
"Namun kali ini ada beberapa poin tambahan yang kami perkuat antara lain persiapan adanya tren pembentukan badai tropis yang semakin meningkat," kata Dwikorita dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).
BMKG tengah mengumpulkan data terkait badai tropis yang diprediksi akan muncul di akhir tahun dan awal tahun nanti. Menurutnya, kemarin badai tropis muncul di sebelah barat Bengkulu yang bergerak menuju ke arah relatif ke arah Tenggara. Dan masih mengantri ada 2 calon badai tropis di sebelah utara Indonesia
"Kemarin baru saja terjadi siklon tropis nya toh yang terpantau berada di Samudra Pasifik Utara Papua bertekanan rendah 1.000 MB dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot," katanya.
Baca juga: BMKG: Waspadai Banjir Rob 2-9 Desember di Utara Jakarta
Selanjutnya, ada siklon tropis 94 W terpantau berada di Teluk Thailand. Berdasarkan model NWP 24 jam ke depan, bibit siklon tropis 94 W masih menunjukkan adanya peningkatan intensitas. Pergerakan bibit siklon ini ke arah barat potensi dalam 24 jam ke depan dalam kategori menengah.
Kemudian muncul bibit siklon tropis 92S terpantau berada di Samudra Hindia Barat Daya Lampung. Berdasarkan model NWP 24 jam ke depan bibit siklon tropis 92 sini masih menunjukkan adanya peningkatan intensitas dengan pergerakan bibit siklon ini ke arah Tenggara Selatan.
"Ini di sebelah barat daya Bengkulu dan pengaruhnya adalah gelombang tinggi, hujan lebat, angin kencang dan pengaruh tidak langsung tidak hanya di sekitar Sumatera Selatan atau Bengkulu tetapi sampai Aceh dan bahkan Sulawesi, Gorontalo, Maluku dan Papua terutama karena adanya bibit siklon atau bibit badai tropis yang lain," ujar Dwikorita.
Dwikorita menilai perlu adanya mitigasi terutama pada saat libur Nataru karena dikawatirkan terjadi pergerakan transportasi dan pergerakan masyarakat. Untuk itu BMKG sejak bulan Oktober telah membentuk Brigade La Nina.
"Jadi ada semacam Brigade yang kita siapkan dalam kondisi darurat yang tugasnya adalah mulai dari hulu hingga hilir," kata Dwikorita.
Tugasnya khusus mendeteksi dini secara matematik dari data-data untuk mengetahui trend sinyal-sinyal ekstrem beberapa hari sebelumnya dan seterusnya. Kemudian akan ditindaklanjuti berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. (A-2)
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
BMKG rilis prakiraan cuaca Jakarta hari ini 22 Januari 2026. Waspada potensi hujan sedang hingga petir di Jaksel dan Jaktim. Simak detail lengkapnya.
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved