Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada Desember 2021 sampai April 2022 akan terjadi peningkatan pembentukan badai-badai tropis. Hal ini dikhawatirkan berpengaruh terhadap keselamatan transportasi dan masyarakat terutama pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan persiapan BMKG dalam mendukung posko pengendalian transportasi selama periode Nataru kurang lebih adalah seperti yang dilakukan setiap tahun.
"Namun kali ini ada beberapa poin tambahan yang kami perkuat antara lain persiapan adanya tren pembentukan badai tropis yang semakin meningkat," kata Dwikorita dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).
BMKG tengah mengumpulkan data terkait badai tropis yang diprediksi akan muncul di akhir tahun dan awal tahun nanti. Menurutnya, kemarin badai tropis muncul di sebelah barat Bengkulu yang bergerak menuju ke arah relatif ke arah Tenggara. Dan masih mengantri ada 2 calon badai tropis di sebelah utara Indonesia
"Kemarin baru saja terjadi siklon tropis nya toh yang terpantau berada di Samudra Pasifik Utara Papua bertekanan rendah 1.000 MB dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot," katanya.
Baca juga: BMKG: Waspadai Banjir Rob 2-9 Desember di Utara Jakarta
Selanjutnya, ada siklon tropis 94 W terpantau berada di Teluk Thailand. Berdasarkan model NWP 24 jam ke depan, bibit siklon tropis 94 W masih menunjukkan adanya peningkatan intensitas. Pergerakan bibit siklon ini ke arah barat potensi dalam 24 jam ke depan dalam kategori menengah.
Kemudian muncul bibit siklon tropis 92S terpantau berada di Samudra Hindia Barat Daya Lampung. Berdasarkan model NWP 24 jam ke depan bibit siklon tropis 92 sini masih menunjukkan adanya peningkatan intensitas dengan pergerakan bibit siklon ini ke arah Tenggara Selatan.
"Ini di sebelah barat daya Bengkulu dan pengaruhnya adalah gelombang tinggi, hujan lebat, angin kencang dan pengaruh tidak langsung tidak hanya di sekitar Sumatera Selatan atau Bengkulu tetapi sampai Aceh dan bahkan Sulawesi, Gorontalo, Maluku dan Papua terutama karena adanya bibit siklon atau bibit badai tropis yang lain," ujar Dwikorita.
Dwikorita menilai perlu adanya mitigasi terutama pada saat libur Nataru karena dikawatirkan terjadi pergerakan transportasi dan pergerakan masyarakat. Untuk itu BMKG sejak bulan Oktober telah membentuk Brigade La Nina.
"Jadi ada semacam Brigade yang kita siapkan dalam kondisi darurat yang tugasnya adalah mulai dari hulu hingga hilir," kata Dwikorita.
Tugasnya khusus mendeteksi dini secara matematik dari data-data untuk mengetahui trend sinyal-sinyal ekstrem beberapa hari sebelumnya dan seterusnya. Kemudian akan ditindaklanjuti berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. (A-2)
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
BMKG juga mengimbau masyarakat dan petugas untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini, mengingat kondisi cuaca ekstrem berpotensi memicu terjadinya longsor susulan.
Untuk lokasi tepatnya berada di 8.88 LS, 110.24 BT. Atau, berada di laut 106 kilometer barat daya Gunungkidul yang ada di kedalaman 10 kilometer.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, di Kuningan, Minggu, mengatakan kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
HUJAN dengan intensitas tinggi bahkan disertai angin yang melanda wilayah Jawa Barat dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved