Rabu 17 November 2021, 23:38 WIB

Begini Jurus Kemenkes Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19 

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Begini Jurus Kemenkes Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19 

Antara/Asep Fathulrahman
Mural peringatan bahaya Covid-19

 

INDONESIA sudah dikategorikan Level 1 risiko penularan covid-19 oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada akhir Oktober lalu. Namun, kewaspadaan adalah tetap yang utama. 

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat tidak terlena dengan status tersebut karena ancaman gelombang ketiga yang diprediksi terjadi pada akhir tahun masih mungkin terjadi. 

Oleh sebab itu, Nadia mengatakan untuk masyarakat, baik yang berada di Indonesia maupun yang hendak masuk ke Indonesia, harus tetap disiplin menjalani protokol kesehatan dan mematuhi setiap kebijakan yang dibuat pemerintah. 

“Tidak ada toleransi bagi pihak yang melanggar ketentuan,” tegas Nadia. 

Untuk menyikapi ancaman gelombang ketiga, Kementerian Kesehatan memiliki sejumlah kiat-kiat yang terus dilakukan untuk mempertahankan kondisi covid-19 seperti saat ini bahkan terus berupaya menurunkan kasusnya lagi. 

Kemenkes akan dengan ketat melakukan deteksi dengan meningkatkan tes epidemiologi. Disamping itu, juga meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak. Kemenkes juga akan melakukan upaya pelacakan dan pemantauan genom virus SARS-CoV-2 atau yang disebut surveilans genomic. 

Baca juga : Presiden Instruksikan Kementerian/Lembaga Sisihkan Anggaran Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 

Upaya lainnya ialah mengonversi tempat tidur di rumah sakit sebanyak 30-40% dari total kapasitas RS dan menjaga suplai alat kesehatan serta tenaga kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. 

Selain itu, penyiapan tenaga kesehatan cadangan, pengetatan syarat masuk rumah sakit, dan pemanfaatan isolasi terpusat juga akan dilakukan. 

Hal penting lainnya ialah meningkatkan rasio warga dalam vaksinasi Covid-19. Terkait hal ini, pemerintah mengalokasikan vaksin sebanyak 50% di daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi. 

Pemerintah juga terus memperbanyak sentra vaksinasi, memberlakukan syarat kartu vaksin, dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi. 

Sementara itu, strategi utama yang dilakukan seperti kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bertingkat masih terus dievaluasi secara berkala sesuai dengan keadaan masing-masing wilayah atau kota. 

Pemerintah telah berupaya membuat kebijakan dan strategi khusus selama pandemi covid-19. Masyarakat sebagai peranan penting dalam hal ini diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah dengan cara tetap patuhi protokol kesehatan dan mentaati aturan yang dibuat demi kebaikan bersama agar pandemi virus Corona segera berakhir. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Banyak CPNS Mengundurkan Diri, Sosiolog: Lulusan Terbaik Enggan jadi PNS

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 19:58 WIB
Budaya kerja birokrasi yang penuh penyimpangan anggaran serta sistem karir yang politis dan kolusi juga menurutnya menjadi faktor...
DOK MI

Mahasiswa Diajak Berpartisipasi Aktif Dalam Presidensi G20 Indonesia Melalui Youth-20

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 19:35 WIB
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus berusaha meningkatkan awareness dan antusiasme masyarakat Indonesia untuk turut...
MI/ HO

Kemendikbudristek Gandeng LX International Siapkan SDM Bertalenta Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 19:06 WIB
Program ini sebagai suatu solusi edukasi berbasis industri dengan skalabilitas yang tinggi dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya