Kamis 11 November 2021, 11:00 WIB

Perlu Konsep Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Digital

mediaindonesia.com | Humaniora
Perlu Konsep Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Digital

dok.fatayatNU
Halaqoh Alim Ulama dan Perempuan, kerjasama Kemenkominfo dan Fatayat NU, Rabu (10/11)

 

PROBLEMATIKA ketidakadilan gender dalam derasnya arus media dan informasi melahirkan berbagai peristiwa cyber crime, kekerasan berbasis gender siber dan gap akses, manfaat serta kontroling perempuan terhadap media.

Untuk itu Halaqah Alim Ulama dan Perempuan NU akan merumuskan langkah-langkah Islam yang berhaluan ahlusunah waljamaah dalam memberikan kerangka etis spiritualis sebagai upaya membangun pemberdayaan perempuan dalam lintasan digitalisasi media yang sedemikian pesat tersebut.

“Tindak kekerasan verbal, terjadi di social media khususnya terhadap perempuan dan anak-anak. Tulisan-tulisan dalam bentuk komentar, pada satu momentum kejadian menjadi suatu penghakiman bagi seseorang. Mempengaruhi psikologis,” papar Ketua Bidang Politik Hukum dan advokasi PP Fatayat NU, Siti Mukaromah, dalam acara Halaqoh Alim Ulama dan Perempuan Nahdlatul Ulama, Menuju Gerakan Nasional Perempuan Bijak dan Cerdas Bermedia, yang berlangsung di Jakarta, Rabu (10/11).

Erma yang juga Anggota Komisi VI  DPR RI ini, dalam keterangannya, Kamis (11/11)  menilai bahwa era disrupsi yang dimaknai hadirnya perubahan yang terjadi secara mendasar perlu disikapi oleh berbagai pihak, khususnya Fatayat Nahdatul Ulama yang memiliki kader dengan rentang usia produktif dan pengguna aktif media sosial agar memiliki skill dan sumber daya manusia yang kritis, berdaya, serta unggul dalam menangkal segala bentuk penyalahgunaan media.

“Fatayat NU memandang bahwa, problematika kekerasan dalam media, hoax dan hate speech serta propaganda keagamaan dan dakwah keislaman yang memberikan pengaruh cara berfikir radikal bahkan menjadi ajang recruitment sindikat terorisme menjadi perhatian yang perlu terus diwaspadai,” kata dia menambahkan.  

Dirinya menambahkan bahwa salah satu tujuan didirikan Fatayat NU adalah untuk menjadi  organisasi dengan fokus pendampingan dan pemerdayaan perempuan produktif dan anak.

Komitmen ini diwujudkan dalam berbagai langkah konkrit antara lain melakukan pendampingan, sosialisasi dengan berbagai program yang dilakukan secara massif hingga tingkat masyarakat palig bawah.

Menurut Erma, Fatayat NU terus berikhtiar untuk bisa mendorong dan melahirkan kader-kader perempuan duduk di lembaga-lembaga pemerintahan, negara dan juga legislatif  yang mempunyai wewenang membuat dan melaksanakan kebijakan yang berpihak pada kepentingan dan kemaslahatan masyarakat. (OL-13)

Baca Juga: Menhub : Penerbangan Komersial Perdana Bandara Ngloram pada 26 November

Baca Juga

DOK KEMENSOS

Jelang Puncak Peringatan HLUN 2022, Elemen Masyarakat Tasikmalaya Bahu Membahu Lakukan Persiapan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:39 WIB
Pada saat acara diberikan bantuan Atensi yakni di antaranya 250 paket nutrisi dan sandang, 7 set kacamata, 16 unit kursi roda...
ANTARA FOTO/Aji Styawan

Puan Ingatkan Pentingnya Mitigasi Bencana, Utamanya di Wilayah Rawan Bencana

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:18 WIB
Selain bencana geologi, bencana lain yang mengintai Indonesia adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kebakaran...
MI/ HO

UBM Tower Hadir dengan Sarana dan Prasarana Pendidikan Kelas Dunia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 15:39 WIB
Lokasi ini berada di dalam satu area dengan Alfa Tower dan UBM Kampus Serpong yang sudah lebih dulu rampung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya