Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBANGUN pemahaman bersama di kalangan anak-anak tentang beragam perbedaan yang ada di antara mereka melalui sebuah kegiatan bernama Mosaic akan berdampak positif bagi perkembangan mereka kelak setelah remaja dan dewasa.
Tahun 2021 ini CISV (dahulu Children International Summer Village) Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan Mosaic. Mosaic adalah salah satu program CISV Internasional yang dilakukan secara lokal. Acara Mosaic digelar di Yayasan Kampus Diakoneia Modern (KDM), pada akhir pekan ini.
Ketua CISV Chapter Cendrawasih, Ayu Citawati, mengatakan, tujuan Mosaic membangun attitude, skills dan knowledge bagi peserta yang mengikuti kegiatan ini. Selain itu, yang penting kegiatan Mosaic harus memberikan manfaat langsung kepada komunitas lokal di lingkungan sekitar kita.
“Tahun ini kami bekerja sama dengan Yayasan Kampus Diakoneia Modern (KDM), yaitu sebuah sekolah asrama bagi anak-anak termarginalkan dari beragam latar belakang, suku dan agama,” ujar Ayu pada keterangan pers, Selasa (9/11).
Ayu mengatakan bahwa pada tahun 2021 ini, CISV International menetapkan multi year theme dengan content, "diversity, equity, inclusion". "Oleh sebab itu Program Mosaic 2021 kami mengambil tema "Sharing is Caring," jelasnya.
Menurut Ayu, pilihan tema ini sangat tepat, mengingat dalam kegiatan ini peserta akan diajak untuk bermain, berdiskusi secara interaktif, juga melakukan aktivitas lain untuk mengenal, mengerti dan memahami kondisi saudara-saudaranya yang berada di Yayasan Diakonia Modern dan pada akhirnya dapat berbagi sukacita.
Adapun kegiatan dilakukan melalui permainan yang menyenangkan, diskusi interaktif, art work, dan kegiatan seru lainnya.
Peserta bersama dengan anak-anak KDM akan saling berbagi informasi kegiatan apa saja yang mereka lakukan, belajar saling memahami dan pada akhirnya peserta akan diajak melakukan tindak aksi yang bisa membantu orang lain.
Di akhir kegiatan peserta akan berbagi “hadiah” sebagai tali kasih dengan harapan teman-teman atau saudara-saudaranya dari Yayasan KDM bisa merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakannya, sekaligus bersama- sama membuat campaign poster terkait dengan tema Mosaic.
“Dengan diselenggarakan kegiatan Mosaic ini dan tentunya akan ada kegiatan-kegiatan lain dengan value positif yang sama, akan menjadikan anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa yang dapat menghargai diversity, equity, dan inclusion sesuai dengan theme CISV tahun ini,” tutup Ayu Citawati.
Mendidik anak-anak marginal
Yayasan Kampus Diakoneia Modern (KDM) merupakan sekolah berasrama gratis bagi anak-anak marjinal dan yang membutuhkan perlindungan khusus.
Aktivitas belajar di KDM mencakup Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak, Pendidikan Dasar, dan Kelas Ketrampilan Kerja.
Sistem pembelajaran yang diterapkan adalah sistem pembelajaran active learning di mana para siswa merancang tujuan pembelajaran mereka sendiri.
Melalui pendidikan dan ditunjang dengan program pengasuhan yang baik, diharapkan anak-anak yang dibina di Yayasan KDM dapat memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri mereka.
Tujuan akhirnya adalah para lulusan dari Yayasan KDM bisa memberikan kontribusi positif kepada sekitar dan menjadi agen-agen yang mempromosikan dan mewujudkan lingkungan layak anak.
Saat ini anak-anak yang dilayani di dalam sekolah asrama ada 70 anak, mulai usia balita sampai dengan 18 tahun. (RO/OL-09)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved