Kamis 14 Oktober 2021, 18:45 WIB

Masyarakat Diimbau Ikut Wujudkan Pangan Masa Depan yang Sehat dan Berkelanjutan

Mediaindonesia.com | Humaniora
Masyarakat Diimbau Ikut Wujudkan Pangan Masa Depan yang Sehat dan Berkelanjutan

Dok.Unilever Indonesia
Direktur Foods & Refreshements PT Unilever Indonesia, Tbk, Hernie Raharja.

 

DALAM rangka menyambut peringatan World Food Day 2021 PT Unilever Indonesia, Tbk mengukuhkan komitmen Future Foods-nya di Indonesia. Sebagai komitmen yang secara global telah diluncurkan tahun lalu untuk mewujudkan pangan masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan, komitmen itu ejalan dengan kampanye 'Every U Does Good' yang digencarkan Unilever untuk mendorong kebaikan di tengah konsumen.

World Food Day diperingati setiap 16 Oktober sebagai gerakan global untuk membebaskan manusia dari kelaparan dan kekurangan gizi, serta secara efektif mengelola sistem pangan. Hal ini menjadi sangat penting karena nyatanya, isu nutrisi dan ketahanan pangan masih menjadi masalah besar di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Food Sustainability Index 2020 menempatkan negara kita pada peringkat 60 dari 67 negara berdasarkan tiga indikator, yaitu tantangan di bidang pemenuhan gizi, tTantangan penerapan pertanian berkelanjutan, dan tantangan limbah makanan.  

Baca juga: Optimalkan Agripreneur Muda untuk Ketahanan Pangan

Saat ini 1 dari 3 anak Indonesia menderita stunting, 1 dari 3 orang dewasa mengalami obesitas , dan 40% masyarakat mengalami kekurangan zat gizi mikro. Sementara dari sisi sistem pangan, terdapat banyak tantangan untuk menerapkan pertanian berkelanjutan di Indonesia, seperti: menyusutnya lahan berkualitas akibat praktik pertanian yang tidak bertanggung jawab, masih rendahnya pengetahuan dan pemanfaatan teknologi pertanian berkelanjutan, kurangnya regenerasi petani, dan lainnya. Ditambah lagi, Indonesia tercatat sebagai negara penghasil limbah makanan terbesar nomor 2 di dunia, dengan jumlah 23-48 juta ton per tahun .

“Melihat fakta yang ada, pola makan harian masyarakat dan sistem pangan di Indonesia perlu terus dikembangkan untuk memastikan setiap orang bisa mengakses makanan berkualitas, tanpa mengeksploitasi planet bumi. Kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, produsen, industri, hingga konsumen sangat dibutuhkan, masing-masingnya memiliki peran dan tanggung jawab untuk ikut memberikan kebaikan menuju Indonesia yang lebih sehat dan lestari,” ujar Direktur Foods & Refreshements PT Unilever Indonesia, Tbk,  Hernie Raharja.
 
“Sesuai strategi The Unilever Compass, kami berkomitmen menumbuhkan bisnis secara bertanggung jawab sekaligus memberi kebaikan kepada masyarakat dan lingkungan. Hal ini menjadi landasan bagi diluncurkannya komitmen ‘Future Foods’ secara global pada 2020 lalu dengan dua tujuan utama: membantu masyarakat dunia beralih ke pola makan yang lebih sehat dan mengurangi dampak lingkungan dari rantai makanan,” lanjut Hernie.

Komitmen Future Foods merupakan wujud upaya Unilever untuk secara bertanggung jawab menyediakan produk makanan yang sehat, berkelanjutan, mudah diakses, dan terjangkau bagi konsumen. Dalam mengimplementasikan komitmen ini, Unilever Indonesia melalui brand-brand di kategori Foods & Refreshment yang memiliki purpose yang kuat.

Sebagai contoh, tahun lalu Bango mempersembahkan program Bango Pangan Lestari sebagai  dukungannya dalam mendorong pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan, melindungi kesejahteraan petani dan keluarganya, sekaligus menggalakkan regenerasi petani. Dari sisi inovasi, di awal tahun Royco menghadirkan Royco Dengan Garam Beriodium untuk bantu penuhi kecukupan gizi mikro keluarga Indonesia, khususnya tumbuh kembang anak. Wall’s melalui Paddle Pop juga melakukan gebrakan #CemilanBaikUntukmu untuk mengedukasi dan membantu orang tua menentukan pilihan cemilan tepat untuk anak. Sementara Buavita menggelar kampanye #AsliMelindungi untuk mengedukasi pentingnya konsumsi buah dan mencukupi asupan 100% Vitamin C harian dalam mencegah dan membantu proses pemulihan selama pandemi.

Salah satu inisiatif terbaru yang diluncurkan Unilever Indonesia bertepatan dengan peringatan World Food Day 2021 adalah kampanye Lezat Tanpa Sisa. Menyikapi isu limbah makanan yang berpotensi merugikan lingkungan dan berdampak pula secara ekonomi, kampanye ini mengajak keluarga Indonesia mengurangi sisa makanan berlebih dengan mengolahnya kembali menjadi aneka menu lezat. Unilever Indonesia membagikan begitu banyak inspirasi resep yang dikreasikan menggunakan bahan dalam jumlah yang lebih optimal, ataupun menggunakan bahan-bahan makanan yang tersisa dari hidangan sebelumnya.  

Semakin jelas bahwa konsumen juga memiliki andil yang tak kalah besar untuk menciptakan pola makan dan sistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan, mulai dari rumah. Sejalan dengan kampanye “Every U Does Good”, Unilever Indonesia merangkul peran aktif konsumen dengan cara mengajak mereka berbuat kebaikan melalui cara yang sederhana, dalam hal ini bijak memilih brand yang tidak hanya berkualitas dan bernutrisi, namun juga mampu memberikan manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat.

“Unilever Indonesia siap untuk terus berbagi peran menuju Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan begitu banyaknya dampak kebaikan sebagai perwujudan purpose yang dimiliki brand Foods & Refreshment dari Unilever, kami mengajak konsumen juga turut memainkan peran mewujudkan pangan masa depan yang lebih baik, untuk diri kita dan untuk planet bumi,” pungkas Hernie. (RO/A-1)

Baca Juga

AFP

Jokowi: Dokter Pahlawan Tanpa Pamrih

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 12:46 WIB
Presiden mengapresiasi para dokter di masa wabah ini terus siaga untuk melakukan...
ANTARA/ AGUS SETYAWAN

Aktif Tangani Kasus Kejahatan Keanekaragaman Hayati, Menteri LHK Berikan Apresiasi pada Provinsi Lampung

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 12:25 WIB
Peredaran TSL di Provinsi Lampung cukup tinggi yang disebabkan letak geografisnya sebagai jalur keluar masuk melalui Bakauheni menuju...
DOK YOUTUBE

Mahfud MD Klaim, Saat Ini, Kaum Santri Sudah Sangat Maju

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 12:15 WIB
Santri tidak hanya dikaitkan dengan lulusan pondok pesantren tetapi juga orang Islam yang rajin melaksanakan ajaran...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya