Rabu 06 Oktober 2021, 13:38 WIB

Pendekatan Keluarga Kunci Pencegahan Stunting pada Anak

 M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Pendekatan Keluarga Kunci Pencegahan Stunting pada Anak

MI/RAMDANI
Upaya mencegah stunting di antaranya dengan mencegah kehamilan dini dan menjaga jarak kehamilan.

 

BERDASARKAN Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan mengupayakan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga. Targetnya angka stunting mencapai 14% pada 2024.

Plt Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Lalu Makripudin mengatakan upaya yang pencegahan dimulai dari penyiapan kehidupan berkeluarga, dengan mencegah kehamilan dini dan menjaga jarak kehamilan bisa menjadi upaya jitu penurunan stunting.

"Jadi mulai remaja dan 3-4 bulan kita perhatikan kondisi kesehatan, perhatikan, dampingi," kata Makripudin dalam webinar Praktik Baik Upaya Percepatan Penurunan Stunting dari BKKBN dan Tanoto Foundation, Rabu (6/10)

Pernikahan dini terhitung dari kurang dari 18 tahun karena jika pernikahan cepat terjadi akan membahayakan kesehatan ibu dan anak. Kemudian jarak kehamilan juga minimal 24 bulan. Selain itu pencegahan anemia pada ibu atau calon ibu hamil harus diperhatikan.

"Selanjutnya pengasuhan 1.000 hari dengan melakukan intervensi Anak usia di bawah dua tahun (Baduta)," ucapnya.

BKKBN sendiri memiliki 12 kegiatan dan 5 strategi penurunan angka stunting di Indonesia dengan dibantu berbagai mitra. Selain itu mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat juga penting untuk menyiapkan keluarga yang siap membesarkan anak tanpa stunting.

Dosen Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Elly Susilowati menyebutkan terdapat upaya dalam mengubah perilaku masyarakat agar lebih mengerti cara pencegahan stunting.

Dalam mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat terutama di desa bisa melalui pertemuan warga, acara kreatif, penyebaran pesan, dan poster.

"Sementara upaya edukasi juga perlu dilakukan melalui tatap muka, diskusi, edukasi pada kelas ayah dan remaja, serta memberi pengetahuan kepada pemuka agama," ungkapnya. (Iam/OL-09)

Baca Juga

Antara

6.086 Anak di Bangka Tengah Sudah Divaksin

👤Ant 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:40 WIB
Program vaksinasi di Bangka Tengah sudah mencapai 78,44 persen dari total 153.277 warga...
ANTARA

Otto Hasibuan: Peradi Junjung Tinggi Kerukunan Beragama

👤Widhoroso 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:36 WIB
PERHIMPUNAN Advokat Indonesia (Peradi) telah membuktikan mampu menjaga kerukunan beragama dan tali persaudaraan di...
Ist

Promosikan Arsitektur Berkelanjutan, Lixil Gelar Kompetisi Desain Arsitektur

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:19 WIB
Lixil memberi tantangan kepada semua arsitek profesional maupun mahasiswa arsitektur untuk berpartisipasi dalam menciptakan desain...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya