Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, penerimaan suntik vaksin dosis ketiga bagi golongan nonnakes tidaklah etis. Pasalnya, saat ini masih banyak masyarakat yang membutuhkan vaksin dan bahkan belum mendapatkan vaksin suntikan pertama.
"Booster is clinically right, but ethically wrong. Antibodi memang akan naik. Tapi kalau sekarang ditanya, kita baru vaksinasi 78 juta orang. Artinya ada 125 juta rakyat yang belum seberuntung kita dapat vaksin pertama saja belum," kata Budi dalam diskusi virtual yang dipantau Minggu (19/9).
Budi mengungkapkan, permasalahan terbesar dalam program vaksinasi ialah ketersediaan vaksin. Dengan jumlah vaksin yang terbatas, Budi menegaskan bahwa semua orang harus mendapatkan akses yang sama.
Baca juga: Guru Besar UGM Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia
"Vaksin itu jumlahnya terbatas. Itu tidak etis untuk kita maksa, ngotot, even mau bayar atau mencari sumber, mengambil jatah saudara-saudara kita yang tidak seberuntung kita. Melindungi diri sendiri saat orang lain kesulitan tidaklah etis," tegas Budi.
Ia juga menegaskan, bahwa vaksinasi bukanlah satu-satunya jalan untuk meredakan pandemi. Di samping vaksinasi, masyarakat juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan mobilitas di ruang publik.
Belajar dari sejumlah negara yang cakupan vaksinasinya sangat tinggi, seperti Amerika Serikat, Israel, dan Inggris, ketiga negara tersebut justru kini kembali mengalami kenaikan kasus karena adanya varian baru.
"Kesimpulannya? Jangan jumawa. Jangan merasa bahwa vaksin adalah segalanya. Karena kita gak tahu akan ada varian baru seperti apa ke depan. Bisa dibuat vaksinnya gak," ucap dia. (H-3)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved