Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kasus Raya, anak yang meninggal karena tubuhnya dipenuhi dengan cacing di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, seharusnya bisa dicegah jika keluarga dan lingkungan sekitar saling mengingatkan dan melakukan upaya antisipatif.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman menjelaskan cacing yang menginfeksi Raya adalah jenis cacing gelang. Cacing itu berukuran besar, berkisar 10-35 centimeter sehingga seharusnya bisa dilihat dengan mata telanjang dan mudah dikenali.
"Bila telur infektif tertelan, telur akan menetas menjadi larva di usus halus kemudian menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran limfe, lalu terbawa aliran darah ke jantung dan paru hingga bisa menyebabkan terjadinya pneumonia, dengan gejala batuk, pilek, tidak sembuh dalam waktu lama, bisa keluar cacing dari hidung dan sesak nafas," jelas Aji, Rabu (21/8).
Pada dasarnya masyarakat bisa melakukan upaya pencegahan yang dilakukan dengan menjaga kebersihan perorangan (BAB di tempatnya, mencuci bersih makanan, memasak makanan, mencuci tangan, memotong kuku) dan menjaga kebersihan lingkungan (membuat jamban, sumber air bersih).
Untuk penanganan penderita cacingan dapat segera berobat ke puskesmas, obatnya gratis disediakan pemerintah, yaitu Albendazol.
"Pemerintah juga membagikan obat cacing gratis, yang diberikan 2 kali dalam 1 tahun pada anak usia 1 – 12 tahun, bersamaan dengan pembagian vitamin di posyandu, atau bersamaan dengan kegiatan UKS di sekolah," ujarnya.
Aji menyebut adapun upaya yang telah dilakukan oleh Puskesmas Kabandungan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi PMT ( Pemberian Makanan Tambahan) untuk anak dengan gizi kurang. Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan, dengan Albendazol.
"Penyelidikan epidemiologi, untuk menggali riwayat dan faktor risiko pada penderita, dan upaya pencegahan agar tidak terjadi infeksi lagi," pungkasnya.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Kesehatan bergerak cepat menangani kasus dua balita di Bengkulu.
KASUS cacingan pada anak kembali terulang di Indonesia. Orangtua diminta lebih ketat perhatikan kebersihan lingkungan sekitar tempat anak bermain atau berkegiatan.
Kasus anak mengalami cacingan kembali terjadi. Kali kasus ditemukan pada kakak beradik yakni Aprilia yang berusia 4 tahun dan Khaira Nur Sabrina 1,8 tahun.
Kemenko PMK mengunjungi kediaman mendiang Raya, balita berusia 3 tahun 9 bulan yang meninggal akibat infeksi cacing.
Kasus memilukan terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Seorang balita meninggal dunia setelah ditemukan sekitar 3 kilogram cacing gelang (Ascaris lumbricoides) di dalam tubuhnya.
Sanitasi buruk, akses air bersih terbatas, serta perilaku hidup bersih yang belum membudaya membuat infeksi kecacingan sulit diberantas.
Kemenko PMK mengunjungi kediaman mendiang Raya, balita berusia 3 tahun 9 bulan yang meninggal akibat infeksi cacing.
cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia bisa menjalar dan mengganggu fungsi paru.
Kasus Raya, anak di Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal karena tubuhnya dipenuhi cacing menunjukkan standar kebersihan di masyarakat Indonesia masih tergolong rendah.
Viral di media sosial seorangĀ anak berusia 3 tahun berinisial R di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia karena di dalam tubuhnya penuh cacing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved