Kamis 16 September 2021, 18:35 WIB

Kementerian PPPA: Perkawinan Anak Perbesar Risiko Stunting

Faustinus Nua | Humaniora
Kementerian PPPA: Perkawinan Anak Perbesar Risiko Stunting

Ilustrasi
Ilustrasi pernikahan

 

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan bahwa perkawinan anak dapat memperbesar risiko stunting. Hal itu berdasarkan data WHO 2020 bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan usia di bawah 20 tahun rentan terhadap masalah fertilitas.

"Bayi yag dilahirlan dari ibu berusia di bawah 20 tahun memiliki risiko lebih besar dalam melahirkan bayi prematur, berat badan lahir rendah dan komplikasi kehamilan yang memperbesar risiko stunting," ungkapnya dalam Rakor bersama BKKBN, Kamis (16/9).

Di Indonesia, angka perkawinan anak masih tinggi. Tercatat saat ini masih 10,35% prevalensi perkawinan anak, sehingga diperlukan upaya bersama untuk menekan angka perkawinan anak.

Kementerian PPPA sendiri telah berkolaborasi dengan berbagai pihal untuk mecegah perkawinan anak. Pihaknya telah membuat sebuah gerakan bernama Gebyar PPA yang merupakan tindak lanjut dari strategi nasional pencegahan perkawinan anak. 

"Edukasi mengenai perkawinan anak dan kehamilan usia dini harus bisa terus digalang hingga ke tingkat akar rumput," imbuhnya.

Baca juga : Gandeng Lembaga Wakaf MUI, Jusuf Hamka Bentuk Wakaf Infrastruktur

Lebih lanjut, Bintang mengatakan bahwa terbebas dari stunting merupakan hak dasar anak sekaligus hak asasi manusia. Pemerintah dan semua pihak berkewajiban untuk memehuni hak anak tersebut.

Stunting masih menjadi isu nasional yang mengancam pemenuhan hak dasar anak. Apalagi dalam situasi saat ini, memasuki era disrupsi dan sedang mengalami pandemi Covid-19 telah menambah peliknya upaya dalam mencapai target penurunam angka stunting menjadi 14%pada tahun 2024.

"Tapi saya yakin dan percaya sinergi kita bangun dengan baik, kita bekerja bersama-sama tidak ada istilah yang tidak mungkin kita mengejar target tersebut," kata dia.

Dengan disahkan Perpres 72/2021 tentang percepatan penurunan stunting, KPPPA mendapatkan mandat untuk berkontribusi. Sehingga diharapkan pada 2024 nanti target penurunan angka stunting bisa tercapai.(OL-7)

Baca Juga

DOK STP Trisakti

Keunikan Daerah Bisa Menjadi Magnet Pariwisata

👤Widhoroso 🕔Jumat 03 Desember 2021, 18:13 WIB
KEUNIKAN yang ada di sebuah daerah bisa menjadi magnet wisatawan untuk...
AFP

Pemerintah: Omicron sudah di ASEAN, Masyarakat harus Taat Prokes

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 17:58 WIB
Sebelumnya, pemerintah telah mengetatkan aturan perjalanan dan aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun...
Antara/M.Risyal Hidayat

Kemenkes Tegaskan Faskes tak Boleh Tetapkan Tarif RT-PCR Melebihi Batas Atas 

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 03 Desember 2021, 17:28 WIB
Pemerintah telah menetapkan standar tarif pemeriksaan RT-PCR melalui surat edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya