Sabtu 11 September 2021, 14:38 WIB

Peran Rumah Sakit: Tidak Hanya Mengobati, Tetapi Juga Mencegah Penyakit

Eni Kartinah | Humaniora
Peran Rumah Sakit: Tidak Hanya Mengobati, Tetapi Juga Mencegah Penyakit

Ist
Leona A. Karnali,CEO Primaya Hospital, saat konferensi pers secara daring.

 

SAAT ini, seringkali masyarakat berkunjung ke rumah rumah sakit untuk melakukan pengobatan atau pemulihan penyakit. Namun, banyak yang belum memahami bahwa rumah sakit juga memiliki peran penting dalam mencegah penyakit.

"Primaya Hospital menyadari bahwa kebutuhan masyarakat berkembang pesat, khususnya ketika menghadapi era pasar bebas," Leona A. Karnali,CEO Primaya Hospital, pada keterangan pers, Sabtu (11/9).

Ke depannya, Menurut Leona, kebutuhan layanan kesehatan tidak hanya mengarah pada pengobatan (kuratif) atau rehabilitatif, tetapi juga akan mengarah ke layanan kesehatan preventif (pencegahan).

Karena itu, Leona mengatakan Primaya Hospital memberikan berbagai upaya pencegahan penyakit bagi masyarakat; mulai dari kegiatan promotif, edukatif, dan deteksi dini penyakit.

"Beberapa hal yang dilakukan mulai dari pencegahan penyakit menular dan tidak menular; patient safety; penerapan perilaku hidup bersih dan sehat; perwujudan lingkungan bersih, sehat, dan asri; serta berbagai pencegahan penyakit lainnya," papar Leona.

Primaya Hospital senantiasa mengajak masyarakat untuk mencegah penyakit dengan edukasi kesehatan yang informatif dan menarik.

Saat ini, Primaya Hospital tidak hanya melakukan upaya preventif (pencegahan) penyakit melalui penyampaian informasi secara verbal.

"Kami berupaya mengajak masyarakat untuk bergerak guna menyehatkan masyarakat, salah satunya melalui acara virtual run/walk/bike bernama Primaya Heart Race," jelasnya.

Primaya Heart Race dilakukan secara berkelompok (minimal 15 dan maksimal 25 peserta dalam satu kelompok) sehingga antarpeserta dapat memberikan motivasi satu sama lain untuk rutin bergerak menyehatkan tubuh, khususnya dalam hal menjaga kesehatan jantung.

Dari kompetisi Primaya Heart Race tersebut, terdapat peserta individu dengan jarak lari terpanjang yaitu 829 km dalam waktu 15 hari dan peserta individu sepeda dengan jarak terpanjang yaitu 2.064 km dalam waktu 15 hari.

"Hal tersebut merupakan bukti semangat para peserta Primaya Heart Race untuk selalu bergerak menjaga kesehatannya," ucap Leona.

Sejalan dengan tujuan promosi kesehatan dari pemerintah, kegiatan preventif yang dilakukan Primaya Hospital bukan hanya sekedar upaya pengubahan perilaku saja, melainkan mengubah lingkungan yang mendukung terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dan kualitas hidup yang sebaik-baiknya.

"Primaya Hospital sangat fokus pada kegiatan preventif yang mencakup penyampaian informasi, penanaman pengetahuan, dan penerapan kebiasaan hidup sehat," jelasnya.

Di samping itu, Primaya Hospital menyadari bahwa sebuah rumah sakit harus memiliki layanan preventif dalam hal deteksi dini penyakit.

Maka dari itu, Primaya Hospital menyediakan berbagai layanan deteksi dini yang komprehensif untuk melayani >75 layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari medical check up hingga screening kesehatan yang lebih advance seperti MRI, ekokardiografi, tes treadmill, dan berbagai layanan deteksi terkini lainnya.

"Primaya Hospital menerapkan standar minimum teknologi di setiap cabang rumah sakit. Sebagai contoh, di setiap cabang rumah sakit Primaya Hospital harus memiliki minimum alat CT Scan dalam melayani deteksi penyakit pasien," tuturnya. (Nik/OL-09)

 

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Regina Safri

Buya Syafii Maarif Wafat, Presiden Jokowi Bertolak ke Yogyakarta

👤 Indriyani Astuti 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:13 WIB
Presiden langsung memutuskan bertolak ke Yogyakarta untuk bertakziah setelah mendengar kabar duka wafatnya Buya Syafii Maarif, Jumat...
Dok. akun IG @jokowi

Jokowi Sampaikan Belasungkawa atas Kepergian Buya Syafii

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 27 Mei 2022, 14:04 WIB
Sekitar dua bulan lalu, Kepala Negara sempat menjenguk Buya Syafii di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Namun ternyata, itu merupakan...
Dok BPIP

Kepala BPIP: Bangsa Indonesia Kehilangan Sosok Pemikir Islam dan Ulama Kharismatik

👤Siswantini Suryandari 🕔Jumat 27 Mei 2022, 13:59 WIB
Buya Syafii dikenal sebagai ulama kharismatik sekaligus pemikir Islam kontemporer di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya