Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti meminta agar seluruh pihak yang terkait dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) termasuk orangtua dan guru di sekolah mengawasi peserta didik. Hal ini tak terlepas dari adanya rencana tawuran antarpelajar yang terjadi pada Senin (30/8) malam.
Retno pun prihatin karena PTM baru berlangsung dua hari, namun tawuran pelajar sudah kembali menggelora. Ia mengungkapkan, tawuran itu sudah direncanakan karena dari hasil pengamanan yang dilakukan kepolisian, para pelajar telah membekali diri dengan senjata tajam.
"Orangtua juga memiliki peran penting di sini. Tawuran ini kan umumnya anaknya sudah besar, sudah bisa naik kendaraan sendiri. Orangtua dan sekolah ahrus memastikan anak-anak itu pulang seusai PTM," kata Retno dalam diskusi virtual, Kamis (2/9).
Menurut dia, orangtua dan guru sama-sama harus memastikan peserta didik pulang ke rumah dan tidak melakukan aktivitas tidak wajar usai PTM melainkan meneruskan belajar di rumah, mengerjakan pekerjaan rumah maupun beristirahat mengurangi mobilitas untuk mengindari paparan virus corona. Komunikasi dua arah dapat dibangun oleh guru dan orangtua untuk melakukan pengawasan ini melalui teknologi yang sudah ada semisal membuat grup Whatsapp.
Baca juga : Muhammadiyah-USAID Kenalkan Program Vaksinasi Lintas Agama
Kemudian, ia juga meminta agar pihak-pihak lain seperti Satpol PP di tingkat kelurahan serta aparat kepolisian bisa membantu melakukan pengawasan kepada para pelajar saat pulang sekolah agar tidak terjadi tawuran.
"Satpol PP dan kepolisian ini harus ada untuk mencegah itu. Kan di kelurahan itu banyak, seharusnyas sudah terpetakan mana saja sekolah di kelurahan tersebut yang melangsungkan PTM. Itu kemudian diawasi ketika jam pulang sekolahnya," ungkap Retno.
Sebelumnya, kepolisian dari Kapolres Metro Kota Tangerang mengamankan puluhan pelajar pada Senin (30/8) malam di hari pertama berlangsungnya PTM. Puluhan pelajar itu diketahui hendak melaksanakan aksi tawuran antara pelajar dari SMKN 1 Jakarta dengan puluhan pelajar gabungan dari SMA di Kota Tangerang.
Puluhan pelajar yang diamankan itu kemudian dipulangkan ke orangtua masing-masing karena masih di bawah umur. Polisi pun meminta orangtua melakukan pembinaan. (OL-2)
Pihak kepolisian mengimbau generasi muda di wilayah Bekasi agar tidak mudah terprovokasi melalui media sosial yang sering kali menjadi pemicu bentrokan fisik.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
POLRES Metro Jakarta Barat menangkap ujuh remaja bersenjata tajam yang hendak tawuran di Jalan Kemanggisan Pulo, Palmerah, Minggu (11/1) sekitar pukul 04.00 WIB.
Pihak kepolisian sangat menyayangkan fakta bahwa mayoritas tersangka yang diamankan masih berstatus di bawah umur.
tawuran antar kelompok pelajar kembali terjadi di Jakarta Timur pada hari kedua masjk sekolah
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi soal aksi tawuran Manggarai, Jakarta Selatan, yang terjadi di awal tahun 2026.
Prioritas utama dari kebijakan ini adalah untuk menjamin kesehatan serta keselamatan para peserta didik di tengah risiko bencana hidrometeorologi.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved