Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
LAMPU jalan, terutama yang menggunakan LED, tidak hanya mengganggu perilaku serangga tetapi juga penyebab di balik penurunan jumlah mereka. Studi baru yang dilakukan di Inggris selatan menunjukkan hal itu, Rabu (25/8).
Lampu buatan di malam hari telah diidentifikasi sebagai faktor yang mungkin di balik penurunan populasi serangga di seluruh dunia, tetapi topik tersebut kurang diteliti. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ilmuwan membandingkan 26 tempat pinggir jalan yang terdiri dari tanaman berderet atau rerumputan yang diterangi oleh lampu jalan dengan jumlah yang sama dari tempat yang hampir tidak diterangi cahaya.
Mereka juga memeriksa tempat dengan satu bagian yang tidak terang dan dua bagian yang terang. Semua tempat itu memiliki vegetasi yang sama.
Tim memilih ulat ngengat sebagai representasi serangga nokturnal secara lebih luas. Ini karena mereka tetap berada dalam jarak beberapa meter dari tempat mereka menetas selama tahap larva kehidupan mereka, sebelum mereka memperoleh kemampuan untuk terbang.
Tim lantas memukul tanaman dengan tongkat sehingga ulat jatuh atau menyapu rumput dengan jaring untuk mengambilnya. Hasilnya membuka mata. Sekitar 47% pengurangan populasi serangga di lokasi tanaman berderet dan 37% pengurangan di daerah berumput pinggir jalan.
Baca juga: Jadi Alternatif Protein Hewani, Pemanfaatan Serangga Potensial
"Kami benar-benar terkejut dengan betapa mencoloknya jumlah itu," kata penulis utama Douglas Boyes, dari Pusat Ekologi dan Hidrologi Inggris, kepada AFP. Tim memperkirakan penurunan yang lebih sederhana sekitar 10%. "Kami menganggap kemungkinan besar itu karena betina tidak bertelur di daerah ini," katanya. (AFP/OL-14)
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye cinta lingkungan dengan pesan utama Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya.
Di sekitar kampus IPB Dramaga, setidaknya ada 50 spesies serangga pengunjung bunga berhasil diidentifikasi dari empat ordo Hymenoptera, Lepidoptera, Diptera, dan Coleoptera.
Penemuan ini digali dari sebuah tambang di Ekuador dan merupakan yang pertama di Amerika Selatan. Pemandangan di dalamnya pun sangat lengkap
Penelitian terbaru mengungkap 79% spesies semut endemik di Fiji mengalami penurunan drastis.
MIT mengembangkan robot mirip lebah, bagian dari generasi baru robot yang terinspirasi serangga.
Kantong tersebut sebagai tempat perlindungan bagi larva dan kamuflase.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved