Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH diminta menata ulang road map program vaksinasi dalam penanganan pandemi covid-19. Hal ini untuk mengatasi problem kekurangan stok vaksin yang dikeluhkan sejumlah kepala daerah di berbagai wilayah.
“Pemerintah harus menata ulang rencana aksi program vaksinasi ini agar lebih praktis dan logis,” kata Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko ketika dihubungi Media Indonesia, hari ini.
Ia menyebutkan, sebenarnya pada awal-awal program vaksinasi digelar, pemerintah sudah mempunyai road map sesuai dengan kebutuhan dan skala prioritas. Namun, tambahnya, banyak terjadi perubahan prioritas yang menyebabkan rencana awal yang sudah ditetapkan berantakan. “Contoh setelah tenaga kesehatan divaksin, seharusnya pelayanan publik. Namun tiba-tiba targetnya berubah menjadi pedagang. Akibatnya terjadi kekurangan stok,” jelasnya.
Karena itu, ungkapnya, pemerintah harus memastikan terlebih dulu berapa stok vaksin yang sedang dan akan dimiliki dengan target vaksinasi. “Artinya pemerintah tidak sembarangan mengungkapkan target vaksinasi tanpa melihat realitas yang ada,” ujarnya.
Baca juga: Akademisi Kedokteran Nilai Perpanjangan PPKM Kebijakan Tepat
Sementara itu, Epidemiolog Universitas Gajah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad menyebutkan, sebenarnya Indonesia sudah terbilang beruntung bisa membeli vaksin dari berbagai produsen. Namun sayangnya pemerintah memasang target terlalu ambisius dengan 2 juta dosis per hari.
“Mungkin pemerintah punya hitungan sendiri. Namun seharusnya lebih realistis,” ujarnya.
Yang menjadi soal, tambahnya, pemerintah kurang baik dalam melakukan komunikasi risiko kepada publik. “Tidak sesuai target itu kan biasa, tapi harus bisa dijelaskan ke publik. Ini yang kurang disampaikan dengan baik selama pandemi ini,” ungkapnya.
Sementara itu sumber Media Indonesia di lingkungan Istana mengakui, saat ini pemerintah agak kewalahan dengan target vaksinasi 2 juta orang per hari untuk mencapai herd immunity. Pasalnya, stok vaksin yang siap disuntikkan ke masyarakat ternyata jumlahnya tidak sesuai harapan. “Belum lagi dalam proses distribusi dan tenaga pelaksananya. Ini harus didiskusikan lagi,” ungkapnya. (OL-4)
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved