Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bekerja sama dengan Yayasan Harmoni Pemersatu Bangsa (YHPB) menggelar gerakan bakti sosial memberikan bantuan kepada mahasiswa perantauan dan masyarakat terdampak Covid-19.
Gerakan bakti sosial bertema “Pemuda dan Mahasiswa Bergerak untuk Indonesia Harmoni” memberikan bantuan kepada mahasiswa perantauan se-Indonesia yang berada di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek).
"Gerakan tersebut berkolaborasi dengan berbagai elemen pemuda dan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia, termasuk kalangan pengusaha," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/7).
“Kita libatkan para pemuda dan mahasiswa untuk ikut berpartisipasi, terutama dalam menyumbangkan atau peduli sosial akibat terdampak pandemi Covid-19, terutama para mahasiswa perantauan,” ujar alumni Akpol tahun 1989 itu.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan pihaknya bersama YHPB merupakan upaya untuk mengakomodasi atau menyatukan para pemuda dan mahasiswa dalam gugus tugas pemuda dan mahasiswa yang bergerak di bidang sosial.
Sementara itu, untuk mengawali gerakan bakti sosial tersebut sebanyak 20 orang perwakilan mahasiswa perantau secara simbolis menerima bantuan yang digelar di Kantor BNPT, Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (30/7) petang.
Dalam kesempatan tersebut Brigjen Ahmad Nurwakhid berpesan kepada para mahasiswa untuk mewaspadai penyebaran paham radikalisme-terorisme di kalangan generasi muda atau mahasiswa.
Menurut Ahmad, radikalisme dan terorisme itu adalah proxy untuk menghancurkan agama, bangsa, dan negara.
Sementara itu Ketua Umum YHPB, Aditya Yusma mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan pihaknya merupakan upaya peduli terhadap generasi milenial, pemuda, dan mahasiswa karena dengan gerakan ini dirinya berharap pemuda dan mahasiswa bisa bergerak untuk Indonesia Harmoni.
“Kami berharap para generasi milenial akan menjadi pintu penyebar toleransi dan menangkal mencegah tumbuhnya paham-paham radikal intoleran dan terorisme. Dimana BNPT adalah milik kita untuk membangun harmoni bangsa,” ujarnya
Mahasiswa Universitas Islam Jakarta, Muliansyah, mengatakan sebagai mahasiswa perantauan, bantuan yang diberikan tersebut sangat berarti terutama pada masa pandemi. Untuk itu ia sangat berterima kasih kepada BNPT dan YHPB adanya bantuan tersebut.
“Karena dalam kondisi pandemi ini, kita sebagai mahasiswa perantau di DKI Jakarta sangat terbantu dengan adanya bantuan sembako dan obat-obatan. Itu sangat membantu kita,” ucap Muliansyah.
Hal senada dikatakan Febriansyah Putra, mahasiswa penerima bantuan dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputerisasi (STMIK) Mercusuar. (Ant/OL-09)
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan ancaman terorisme di Indonesia, pada kurun 2023 hingga 2025, konsisten dan adaptif.
Terdapat perbedaan fundamental dalam doktrin kerja antara kepolisian dan militer yang tidak dapat dicampuradukkan dalam menghadapi ancaman terorisme di ruang sipil.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
Frenchie Mae Cumpio divonis bersalah mendanai terorisme di Filipina. Kelompok pers menyebut kasus ini rekayasa untuk membungkam jurnalisme komunitas.
Mandat tersebut juga ditegaskan kembali dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Al Araf menilai draft Peraturan Presiden tentang Tugas TNI dalam Mengatasi Terorisme yang saat ini beredar mengandung persoalan inkonstitusional
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved