Kamis 29 Juli 2021, 10:21 WIB

Berkolaborasi Perkuat Kompetensi Remaja untuk Bangkit Pasca Pandemi

mediaindonesia.com | Humaniora
Berkolaborasi Perkuat Kompetensi Remaja untuk Bangkit Pasca Pandemi

Ist
Virtual Kick-offs menghadirkan online mentoring pelatihan menggambar berkolaborasi dengan Chiki Fawzi.

 

VIRTUAL kick-off program mengangkat tema ‘Keberanian untuk Bangkit dan Bersinar dengan simbol pemantik kepercayaan diri untuk melangkah maju dan sambut masa depan lebih baik.

Program ini dimulai di Banda Aceh dan Meulaboh, melalui pemberian pelatihan keterampilan tenaga kerja dan kewirausahaan kepada 53 remaja binaan.

Virtual Kick-Off yang bertepatan dengan World Youth Skills Day 2021 menghadirkan Chiki Fawzi seorang Seniman dan Musisi untuk memotivasi remaja binaan SOS Children’s Villages di seluruh Indonesia.

Perlu diketahui bahwa program ini merupakan program kemitraan AkzoNobel Indonesia, selaku produsen cat Dulux, dan SOS Children’s Villages Indonesia.

 Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), Indra Laban mengatakan bahwa kerjasama dengan SOS Children’s Villages, sebagai bagian dari inisiatif Let’s Colour dari AkzoNobel global, yang memiliki tujuan mengedukasi dan memperbaiki pendidikan, serta mendorong dampak positif pada anak remaja yang belum bekerja.

“Memasuki tahun kedua pandemi, situasi semakin dinamis. Setelah fase pemulihan ekonomi, Indonesia kembali menghadapi lonjakan kasus Covid-19,” kata Indra pada keterangan pers, Kamis (29/7).

“Kita semua harus berjuang dan bertahan, termasuk generasi muda. Kemitraan kami dengan SOS Children's Villages merupakan bagian dari upaya kami untuk dapat mengubah kehidupan anak remaja sesuai dengan pendekatan sustainability AkzoNobel yaitu, ‘People. Planet. Paint’,” tuturnya.

“Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan generasi muda, membekali mereka dengan berbagai pelatihan agar mereka siap ketika memasuki dunia kerja nantinya. Tentu kami juga berharap ke depan generasi muda dapat terus berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi,” jelas Indra.

Program inisiasi pertama yang akan dijalankan di Banda Aceh dan Meulaboh bertujuan untuk memperkuat kapasitas remaja melalui peningkatan pengetahuan dan pelatihan kewirausahaan serta memberikan keahlian untuk menuju kemandirian.

Pasca bencana tsunami, Banda Aceh dan Meulaboh terus berupaya melakukan pemulihan ekonomi. Selain itu, pandemi Covid-19 berkepanjangan juga menambah dampak pada peningkatan angka pengangguran usia produktif di Aceh.

Menurut data Dinas Tenaga Kerja Provinsi Aceh, pada Januari 2021 jumlah pengangguran di Aceh pada 2020 meningkat menjadi 19.000 orang dengan persentase 6,59%.

Angka pengangguran saat ini menjadi 167.000 orang, sedangkan di tahun sebelumnya, 2019, berjumlah 198.000 orang.

"Tantangan bagi para remaja saat ini begitu besar, mereka harus mempersiapkan kemandiriannya di tengah kondisi dunia yang berat dan sulit. SOS Children’s Villages Indonesia melihat adanya kebutuhan untuk para remaja diberikan bekal agar dapat membangun masa depannya dengan baik,” ujar Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia.

“Untuk itu, kami bergandengan tangan bersama para mitra yang peduli dengan keadaan remaja kita. Program bersama AkzoNobel tidak hanya berupa dukungan pendidikan, tapi juga menguatkan karakter remaja melalui berbagai rangkaian pelatihan,” katanya.

“Kami sangat bersyukur atas kerja sama yang telah dan akan terlaksana, terutama bagi para remaja di Banda Aceh dan Meulaboh, mereka bisa mendapatkan bekal yang berguna dan mitra kami terlibat secara nyata pada penurunan angka pengangguran anak muda,” ucap Gregor .

AkzoNobel dan SOS Children’s Villages Indonesia telah mempersiapkan program employability dan entrepreneurship di Banda Aceh melalui pelatihan pembuatan mebel dari bahan kayu dan besi, sedangkan di Meulaboh akan difokuskan pada kegiatan hidroponik.

 Ke depannya, beberapa program lain seperti online mentoring, pelatihan teknik dan praktik pengecatan, dan dukungan pendidikan remaja juga telah disiapkan.

Virtual Kick-Off yang bertepatan peringatan World Youth Skills Day 2021 ini bertemakan Keberanian untuk Bangkit dan Bersinar. Virtual Kick-Off dihadiri oleh perwakilan anak remaja binaan SOS Children’s Villages di seluruh Indonesia, perwakilan dari AkzoNobel dan SOS Children’s Villages Indonesia

 Virtual Kick-offs menghadirkan Chiki Fawzi seorang figur publik yang dikenal juga sebagai seniman dan musikus. Pada kesempatan sama digelar online mentoring pelatihan menggambar berkolaborasi dengan Chiki Fawzi.

Nantinya gambar dari para remaja akan dinilai dan dipilih 3 yang terbaik oleh Chiki. Selain itu, para remaja juga diberikan motivasi untuk terus bersemangat meraih cita-cita.

“Sebagai generasi muda di Indonesia, saya merasa perubahan situasi saat ini sangat cepat dan dinamis, sehingga kita para anak muda dihadapkan dengan tantangan yang teramat besar,” ucap Chiki.

“Meski demikian, saya optimistis bahwa kita dapat bersatu padu, berkolaborasi sambil terus meningkatkan skill untuk menuju kemandirian. Saya sangat beruntung diberikan kesempatan untuk berbagi ilmu, pengalaman dan semangat kepada teman-teman,” tuturnya. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

Ist

Pada AMME, RI Harapkan Berkontribusi Atasi Masalah Lingkungan Hidup

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:09 WIB
Indonesia secara terhomat menjadi tuan rumah pada pertemuan 16th ASEAN Ministerial Meeting on the Environment...
Antara

Menteri Agama: Perpres 82/2021 Kado Indah Buat Santri

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:25 WIB
UNTUK kedua kalinya, Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober diperingati masih dalam suasana pandemi...
Dok. Tokocrypro

Tokocrypto Dukung Penanaman Pohon Massal Melalui Tree Millions Alliance 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:13 WIB
Pada pelaksanaannya di Indonesia, 500.000 pohon direncanakan akan ditanam di Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Lampung. Pepohonan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya