Sabtu 24 Juli 2021, 21:40 WIB

La Nyalla Desak Aparat Tindak Pelaku Pungli BST

Mediaindonesia | Humaniora
La Nyalla Desak Aparat Tindak Pelaku Pungli BST

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Petugas memindai data warga yang akan menerima Bantuan Sosial tunai (BST)

 

KETUA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan pelaku pungutan liar dalam penyaluran dana bantuan sosial tunai (BST) bagi warga yang terdampak COVID-19 harus ditindak tegas.

"Kami meminta aparat kepolisian mengungkap kebenaran kasus tersebut dan menindak pelaku dengan tegas," katanya di sela-sela masa reses di Jawa Timur, Sabtu.

Pemotongan dana BST dilaporkan terjadi di Jakarta dan sejumlah warga mengaku dimintai uang Rp10 ribu hingga Rp20 ribu oleh seorang oknum untuk mendapatkan BST Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp600 ribu sebagai upah atas informasi terkait pencairan BST.

"Seharusnya tidak ada pihak yang berani coba-coba mengambil keuntungan pribadi dalam penyaluran bansos tunai itu. Semua pihak harus mengerti kondisi saat ini yang semuanya mengalami kesulitan," tuturnya.

Menurutnya masyarakat sudah pandai dan kritis, apalagi saat ini berada di era kecepatan dan keterbukaan informasi, sehingga di tengah kemudahan informasi saat ini pasti semua hal negatif terkait publik dengan mudah tersebar.

Baca juga: Epidemiolog UGM: PPKM Darurat Belum Efektif Turunkan Kasus Covid-19

"Jadi sangat disesalkan jika masih ada perilaku merugikan seperti itu. Bagi siapapun yang merasa dirugikan dalam penyaluran BST dan tidak bisa diselesaikan secara damai, maka sebaiknya melaporkan ke pihak berwajib," katanya.

Meskipun jumlah yang diminta kecil, lanjut dia, hal itu mencemari program yang baik untuk masyarakat karena perilaku korup apalagi dilakukan kepada rakyat yang sedang terjepit kehidupannya harus ditindak.

"Potensi pungli semacam itu bisa saja terjadi di daerah lain, sehingga kami meminta kepada masyarakat untuk mengawasi karena partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan," ujarnya.

Mantan Ketua Umum PSSI itu berharap tidak ada lagi pungli, berapa pun jumlahnya. Dia juga telah meminta kepada seluruh anggota DPD untuk memastikan penyaluran BST di wilayahnya berjalan baik, tepat sasaran dan tanpa potongan.

"Kasihan rakyat yang kehidupannya pas-pasan. Saya pastikan bahwa tidak ada fee atau uang yang harus disetorkan kepada petugas atau pihak manapun dalam penyaluran BST," katanya.(Ant/OL-4)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO.

Lima Langkah Preventif Sebelum Izinkan Anak Jalani PTM

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 September 2021, 00:05 WIB
Dokter Spesialis Anak dr. Natasya Ayu Andamari, SpA memberikan sejumlah kiat tindakan pencegahan yang bisa dilakukan orang tua sebelum...
Antara/Galih Pradipta

Dampak Pandemi, Nadiem: Satu Generasi Kehilangan Hampir Setahun Pembelajaran 

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 September 2021, 23:55 WIB
"Anak-anak kemungkinan besar kehilangan antara 0,8-1,2 tahun pembelajaran. Jadi seolah-olah satu generasi kehilangan hampir setahun...
Dok. Pribadi

Tampil di Zakat Innovation Week, Rumah Kutub Paparkan soal Sedekah Minyak Jelantah 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 23:37 WIB
ERSENYUM adalah singkatan dari Terima Sedekah Minyak Jelantah untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kawin Kontrak Rendahkan Perempuan

 Kawin kontrak masih ditemukan di Kabupaten Cianjur. Usia pernikahan hanya dua bulan dengan uang mahar Rp15 juta

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya