Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menegaskan belum ada kejelasan mengenai kelanjutan pemberian bantuan sosial tunai (BST) untuk periode Juli dan Agustus.
Sebelumnya, pemerintah pusat dan Pemprov DKI telah memberikan BST sebesar Rp600 ribu untuk periode Mei-Juni. BST diberikan sebagai imbas dari penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM Level 4.
Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Penduduk dan Permukiman Suharti Sutar menjelaskan, pencairan BST bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.
"Belum ada. Kita semua kalau BST keputusan pusat. Kita mengikuti pusat belum ada regulasi dari pusat," kata Suharti di Jakarta, Jumat (20/8).
Baca juga : DKI Ingin Redesain Monas dan Medan Merdeka tapi Tunggu Ibu Kota Dipindah
Pihaknya pun belum menganggarkan BST untuk periode Juli-Agustus karena hingga saat ini, pemerintah pusat belum memberikan arahan mengenai hal tersebut.
"Enggak, kita anggarkan sesuai dengan pusat," jelasnya.
Ia juga mengakui, DKI kesulitan anggaran untuk melanjutkan pencairan BST jika pandemi terus berlangsung parah dan belum dapat tertangani. Untuk itu, Pemprov DKI masih menunggu arahan pemerintah pusat.
"Tentunya agak susah juga. Kita sekarang belum ada pembahasan untuk itu. Itu nggak usah dibahas dulu," tandasnya. (OL-7)
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi bahkan, jika diperlukan, mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat dalam aksi tawuran.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta mengusulkan evaluasi hingga pencabutan bansos bagi keluarga pelaku tawuran sebagai langkah tegas menekan aksi kekerasan di Jakarta.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu.
Gaji guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tercatat hanya Rp300 ribu per bulan, menjadikannya salah satu isu yang paling disorot publik.
Transaksi judi online bagi 12.402 KPM bansos dengan kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved