Kamis 15 Juli 2021, 20:18 WIB

Pembagian Obat Covid-19 Gratis Persempit Ruang Spekulan

Mediaindonesia | Humaniora
Pembagian Obat Covid-19 Gratis Persempit Ruang Spekulan

Antara
Ilustrasi

 

PARTAI NasDem menyambut baik langkah Presiden Joko Widodo membagikan paket vitamin dan obat gratis untuk pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri. Hal itu dinyatakan oleh Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung, Kamis (15/7).

“Ini adalah langkah yang sudah kita tunggu-tunggu. Kami di Komisi VI DPR RI pada rapat dengan BUMN Farmasi 7 Juli lalu sudah menyuarakan agar ada paket obat dan vitamin gratis yang dibagikan di zona-zona merah. Dengan kebijakan Presiden ini, maka sudah jelas perintahnya dan harus dijalankan dengan mekanisme yang baik dan transparan,” ujar Martin.

Presiden juga mengatakan bahwa pada tahap pertama, sejumlah 300.000 paket obat akan dibagikan di Pulau Jawa dan Bali kepada pasien dengan berbagai jenis gejala.

Terkait dengan jumlah tersebut, Martin mengatakan bahwa produksi obat-obatan dan vitamin saat ini di BUMN Farmasi sudah cukup massif.

“Rata-rata obat-obatan dan vitamin diproduksi pada kisaran 7-9 juta tablet untuk tiap jenisnya. Karena itu, saya mendorong agar paket obat dan vitamin gratis yang diinstruksikan Presiden itu bisa ditingkatkan. Sebab, kebutuhan penderita Covid dengan berbagai jenis itu kisarannya 4-5 juta tablet. Jadi, stok masih sangat cukup,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu.

Lebih lanjut Martin Manurung juga mengatakan bahwa pembagian paket obat dan vitamin gratis secara massif akan menjadi intervensi pasar yang membuat spekulan tidak bisa bermain.

“Bila kita bisa cepat bagikan jutaan paket obat dan vitamin secara gratis, maka otomatis akan mempengaruhi harga pasar. Harga yang melambung tinggi itu akan segera turun, sehingga ke depannya harga obat-obatan dan vitamin akan kembali normal. Ini bentuk intervensi pasar yang harus segera dilakukan,” tandasnya.


Hari ini, Presiden Jokowi mulai membagikan paket obat gratis bagi masyarakat di Jawa dan Bali yang sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19. Program obat gratis untuk meringankan beban masyarakat itu diharapkan tidak mengganggu pasokan obat Covid-19 di rumah sakit ataupun apotek.

Pada tahap pertama, sebanyak 300.000 paket gratis vitamin dan obat untuk warga yang menjalani isolasi mandiri akan dibagikan mulai hari ini di Jawa dan Bali. Selanjutnya, sebanyak 300.000 paket obat dan vitamin serupa juga akan dibagikan untuk masyarakat di luar Jawa.

Presiden Jokowi menyebutkan, ada tiga jenis paket obat isoman yang dapat digunakan selama tujuh hari. Paket pertama berisi vitamin untuk warga dengan tes usap PCR positif dan tanpa gejala (OTG). Paket kedua berisi vitamin dan obat bagi warga dengan tes usap PCR positif disertai keluhan demam dan kehilangan indra penciuman. Paket tiga berisi vitamin dan obat untuk warga dengan tes usap PCR positif disertai keluhan demam dan batuk kering.

"Saya minta agar dilakukan pengawasan ketat di lapangan agar program ini bisa maksimal mengurangi risiko karena Covid. Membantu pengobatan warga yang menderita Covid-19. Saya minta program ini tidak menggangu ketersediaan obat esensial Covid-19 di apotek dan rumah sakit,” tandas Kepala Negara. (OL-8)

Baca Juga

Ist

Pengguna Kendaraan yang Datang ke SBPU Diajak Terapkan Prokes

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 15:25 WIB
Misi penarapan prokes sejalan dengan komitmen Pertamina Retail untuk mengajak masyarakat akan pentingnya kesehatan dan membantu...
Antara

Tragedi Susur Sungai Ciamis, Kemenag Evaluasi Kegiatan Ekstrakurikuler di Madrasah

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 15:15 WIB
 Kementerian Agama menyampaikan duka mendalam atas tragedi tewasnya 11 siswa dalam kegiatan susur sungai di Ciamis,...
 ANTARA FOTO/Maulana Surya

Mengenal Lebih Dalam Hukum Nun Mati Bertemu Tanwin

👤Febby Saraswati 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 15:09 WIB
Hukum ini terdiri dari 4 jenis, yaitu idzhar, idgam, iqlab, dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya