Selasa 29 Juni 2021, 11:37 WIB

Wapres Harap Vaksinasi untuk Anak Bisa Turunkan Mortalitas

Emir Chairullah | Humaniora
Wapres Harap Vaksinasi untuk Anak Bisa Turunkan Mortalitas

Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman
Wapres Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin menyambut positif dimulainya program vaksinasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 12-18 tahun. Pasalnya, kelompok ini termasuk kelompok yang rentan terhadap pandemi covid-19 di samping kelompok manula.

“Pelaksanaan vaksinasi agar sasaran yang ditetapkan oleh Bapak Presiden sebesar 1-2 juta vaksinasi per hari dapat tercapai,” katanya saat mengikuti acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-28 Tahun 2021, serta peluncuran vaksinasi bagi ibu hamil, menyusui dan anak usia 12-18 tahun secara daring, Selasa (29/6).

Dirinya berharap BKKBN sebagai lembaga yang sangat dekat dengan pembinaan keluarga dapat menjadi ujung tombak dalam pelaksanan vaksinasi yang menyasar anggota keluarga inti termasuk anak dan ibu yang sedang hamil. Selain itu, Ma’ruf juga menyampaikan penghargaan kepada Kepala Badan POM dengan dukungan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam waktu singkat telah mengeluarkan rekomendasi pemakaian vaksin produksi PT BIO Farma untuk digunakan pada anak usia 12-18 tahun.

“Keputusan ini sangat tepat mengingat mortalitas penderita covid-19 usia 10-18 cukup tinggi yaitu 30%,” ungkapnya.

Baca juga: KPAI Apresiasi Vaksin Covid-19 untuk Anak

Mengenai dampak terhadap ibu hamil yang sempat menjadi kekhawatiran, Ma’ruf menyebutkan Menteri Kesehatan sudah menyampaikan vaksinasi covid-19 dapat diberikan kepada ibu hamil dengan pengawalan oleh dokter baik sebelum maupun sesudah menerima vaksin. POGI juga menyampaikan, penundaan kehamilan tidak disarankan pada ibu yang telah mendapatkan vaksinasi covid-19 secara lengkap.

“Vaksinasi tidak berpengaruh pada infertilitas,” tegasnya.

Wapres mengingatkan kembali pentingnya menjalankan 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi pergerakan. Hanya dengan jalan itulah, menurut Ma’ruf, kita dapat memutus rantai penularan.

“Penerapan protokol kesehatan ini tentu saja memerlukan kesadaran dan kedisiplinan dari kita semua. Disinilah peran keluarga menjadi sangat penting, untuk saling menguatkan antaranggota keluarga dan memastikan agar semua anggota keluarga patuh terhadap protokol kesehatan,” pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

Antara

Jadi Tuan Rumah Pertemuan PBB untuk Risiko Bencana di Bali, Indonesia Persiapkan Diri

👤Atalya Puspa 🕔Senin 17 Januari 2022, 22:00 WIB
Penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 di Bali pada Mei 2022  tinggal menghitung...
MI/Siswantini

Persiapan Haji 1443 H, Kemenkes Sudah Rekrut 1.827 Petugas Kesehatan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 17 Januari 2022, 21:40 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah merekrut dan melatih 1.827 orang untuk menjadi petugas lapangan kesehatan ibadah haji di Indonesia...
Medcom.id

Pemenang Beasiswa OSC Medcom.id Diumumkan 22 Januari

👤Ilham Pratama Putra 🕔Senin 17 Januari 2022, 21:38 WIB
Nama-nama penerima beasiswa OSC Medcom.id bakal diumumkan pada Sabtu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya