Rabu 09 Juni 2021, 16:40 WIB

Pakar Gizi : Produksi dan Konsumsi Susu Berkualitas Cegah Stunting

Eni Kartinah | Humaniora
Pakar Gizi : Produksi dan Konsumsi Susu Berkualitas Cegah Stunting

Ilustrasi/Istock
Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, konsumsi susu di Indonesia rerata hanya 16,27 kg/kapita/tahun.

 

PERHIMPUNAN Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) serta Linisehat dan didukung Danone Indonesia menyelenggarakan webinar edukasi dalam rangka Hari Susu Nusantara dan Hari Susu Sedunia. Webinar yang diselenggarakan secara virtual ini bertema “Peningkatan Produksi dan Konsumsi Susu Turut Cegah Stunting.”

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, dan dapat berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa di masa depan.

Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan menjaga kuantitas dan kualitas gizi yang dikonsumsi ibu dan anak, seperti konsumsi susu yang mengandung berbagai protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Susu, baik itu susu segar maupun susu yang telah terfortifikasi, juga menjadi salah satu sumber gizi yang dapat menunjang kesehatan anak hingga dewasa.

Namun, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, konsumsi susu di Indonesia rerata hanya 16,27 kg/kapita/tahun. Angka ini jauh di bawah negara ASEAN lainnya seperti Malaysia (36,2/kg/kapita/tahun), Myanmar (26,7kg/kapita/tahun) dan Thailand (22,2kg/kapita/tahun).

Ir. Fini Murfiani, M.Si, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyatakan, “Indonesia masih memiliki banyak potensi untuk meningkatkan produksi maupun konsumsi susu nasional."

"Selain berdampak positif pada peternak maupun industri susu, peningkatan dalam dua hal tersebut dapat mendukung ekonomi dan kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Maka dari itu, pemerintah, akademisi, hingga sektor swasta harus bergerak bersama untuk kemajuan bangsa,” jelasnya.

Upaya peningkatan produksi dan konsumsi susu di Indonesia perlu dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya susu segar maupun terfortifikasi. Pengetahuan mengenai peran susu sebagai sumber makronutrien dan mikronutrien yang dapat mencegah stunting pada anak serta menjaga kesehatan secara umum dapat meningkatkan konsumsi susu yang berkualitas di masyarakat.

Prof. dr. Mohammad Juffrie, SpA(K), PhD., FKGM Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa, “Susu merupakan salah satu sumber gizi unik karena mudah untuk dikonsumsi semua kalangan masyarakat, mulai dari ibu hamil hingga anak-anak."

Menurut Prof.Juffrie, susu mengandung protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, agar terhindar dari kekurangan gizi mikro seperti anemia defisiensi besi hingga kekurangan gizi makro seperti gizi buruk yang berujung stunting.

"Minum susu disertai prinsip gizi seimbang bagi ibu hamil turut mencegah bayi lahir pendek atau stunting. Susu yang berkualitas dapat berasal dari susu segar maupun susu terfortifikasi, dan perlu disertai dengan konsumsi gizi seimbang lainnya,” tuturnya.

Produksi dan konsumsi susu juga ditentukan dari dunia usaha yang membawa inovasi serta menyediakan akses gizi bagi masyarakat. Selain susu segar, susu berkualitas yang mudah ditemui di masyarakat adalah susu terfortifikasi yang telah dilengkapi dengan gizi penting seperti protein, zat besi, vitamin C atau vitamin dan mineral lainnya.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, Medical Science Director Danone Indonesia mengungkapkan pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mendukung penyediaan serta konsumsi susu yang berkualitas. “Kami berkomitmen untuk melakukan berbagai inovasi produk untuk menjawab kebutuhan gizi ibu hamil hingga anak-anak."

Salah satunya adalah permasalahan anemia yang dialami sekitar 48.9% ibu hamil dan sekitar 1 dari 3 anak di Indonesia.

"Melalui fasilitas riset bertaraf dunia Danone Nutricia Research – Sarihusada R&I Center di pabrik Sarihusada, kami mengembangkan produk dengan zat gizi atau bahan yang inovatif dengan bioavalibiltas yang baik serta memiliki nilai gizi yang bermanfaat untuk membantu pemenuhan zat gizi ibu hamil dan anak Indonesia," kata dr.Ray.

"Salah satu contoh zat gizi inovatif dari kami yaitu IronC yang merupakan kombinasi zat besi dan vitamin C untuk membantu pemenuhan gizi zat besi pada anak. Inovasi produk susu kebutuhan medis khusus juga kami lakukan untuk membantu pemerintah mengatasi masalah growth faltering," ujarnya

"Juga membantu pemerintah mencegah stunting pada anak Indonesia. Selain itu, kami juga memiliki berbagai program berkelanjutan untuk mengedukasi masyarakat mengenai praktek makan dan minum yang sehat,” kata dr.Ray. (Nik/OL-09)
 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammd Arif Pribadi

Keputusan Arab Saudi Tepis Gempuran Hoaks soal Haji

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 21:39 WIB
Zainut mengatakan keputusan Arab Saudi tentang pembatasan kuota haji jelas karena masih adanya pandemi...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Menag: Seperti Indonesia, Arab Saudi Menomorsatukan Keselamatan

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 20:32 WIB
Menag mengapresiasi Kerajaan Saudi Arabia yang akhirnya menyampaikan keputusan resmi terkait penyelenggaraan haji...
DOK Pribadi.

Tingkatkan Pendidikan Mandiri, CGI Kerja Sama dengan UPI

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 20:30 WIB
Persiapan pembangunan kampus baru UPI ini untuk olimpiade pada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Antara Ambisi Nyapres dan Pandemi

Elektabilitas kepala daerah akan meningkat dengan sendirinya apabila mereka mampu menunjukkan kinerja dan prestasi dalam mengendalikan pandemi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya