Jumat 04 Juni 2021, 22:36 WIB

Epidemiolog Sarankan Pemerintah Waspadai Wisman Masuk ke Bali

Mediaindonesia.com | Humaniora
Epidemiolog Sarankan Pemerintah Waspadai Wisman Masuk ke Bali

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Pura di Besakih

 

Epidemiolog dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menyarankan agar pemerintah menyaring secara ketat wisatawan mancanegara (wisman) yang akan berwisata ke Pulau Bali di masa pandemi sebagai upaya efektivitas peningkatan ekonomi dan pengendalian COVID-19.

Masdalina saat dihubungi di Jakarta, Jumat, mengatakan penyaringan wisatawan mancanegara bertujuan agar perekonomian di sektor pariwisata Bali berpengaruh secara signifikan, sekaligus tidak menambah beban adanya potensi kasus COVID-19.

"Pandemi mengajarkan pada kita dalam tanda kutip tidak murahan, artinya mereka yang datang berwisata ke Bali itu harus terpilih. Jangan lagi wisatawan yang modal nekat, yang harus dibuka itu yang terstandar," katanya.

Hal tersebut, kata Masdalina, seperti halnya dilakukan oleh sejumlah negara di dunia yang menyaring secara ketat setiap warga negara asing yang berkunjung ke negaranya di masa pandemi COVID-19. Dia juga memberikan catatan agar pemerintah melakukan skrining secara ketat agar jangan sampai wisatawan mancanegara malah membawa virus mutasi baru.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan saat ini hampir 50 persen dari total penduduk Bali berjumlah 4,32 juta sudah divaksinasi.

Selain itu data dari Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan per hari ini kasus konfirmasi positif di Bali mencapai 51 orang, 75 orang sembuh, dan 3 orang meninggal dunia. Menurut Masdalina, angka tersebut dinilai cukup baik yang mencerminkan pengendalian COVID-19 di Bali sudah berjalan dengan benar.

Masdalina menyebutkan jumlah 50 persen warga Bali yang sudah divaksin dan sebagian besar bekerja di sektor pariwisata belum cukup untuk menciptakan kekebalan kelompok. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan setidaknya 70 persen dari populasi harus divaksinasi untuk menciptakan kekebalan kelompok.

Kendati demikian Masdalina menyebut jumlah orang-orang yang memiliki kekebalan terhadap COVID-19 di Bali bisa jadi lebih dari 50 persen lantaran orang yang sudah pernah terpapar COVID-19 telah memiliki antibodi terhadap Virus Corona.

Seperti diketahui pemerintah berencana membuka pariwisata Bali secara penuh termasuk untuk wisatawan mancanegara mulai Juli 2021. Untuk mempersiapkan hal tersebut, pemerintah menggenjot vaksinasi kepada para pelaku pariwisata di Bali hingga 70 persen dari populasi penduduk. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Setwapres

Wapres Dorong NU Terdepan Atasi Persoalan Sosial

👤Ant 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:49 WIB
Ma'ruf Amin menjelaskan saat ini umat tengah dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi yang memiliki dua...
Dok. Universitas Pancasila

Gandeng Universitas Cenderawasih, Universitas Pancasila Jalin Kolaborasi di Bidang Olahraga dan Akademik 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:45 WIB
Adanya kolaborasi ini memberi kesempatan kepada kedua kampus untuk bisa melakukan pertukaran mahasiswa dan...
Dok. Kalbis Institute

Kalbis Institute Luncurkan Program Management in Family Bussiness 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:36 WIB
Program itu bertujuan untuk bisa menjadi jembatan bagi seluruh mahsiswa agar bisa melanjutkan serta mengembangkan usaha yang telah dirintis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya