Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong lembaga-lembaga riset Tanah Air untuk meningkatkan riset terkait covid-19. Sebagai bentuk dukungan, BRIN melakukan realokasi anggaran mencapai Rp80 miliar.
"Saat ini kami realokasi anggaran sebesar Rp80 miliar," ungkap Kepala BRIN Laksana Tri Handoko kepada Media Indonesia, Kamis (3/6).
Anggaran Rp80 miliar itu dialokasikan untuk pengembangan vaksin Merah-Putih yang tengah dikembangkan 7 institusi dalam negeri. Begitu pula dengan riset alat deteksi dan survailans juga mendaoat tambahan anggaran.
Baca juga: Kemen PPPA Sebut Sinetron Suara Hati Istri Zahra Langgar Hak Anak
"BRIN saat ini telah melakukan realokasi anggaran untuk meningkatkan dukungan untuk riset covid-19 yang difokuskan pada vaksin merah putih, alat deteksi /skrining, dan surveilans melalui WGS (whole genome sequencing)," jelas Handoko.
Dengan tambahan anggaran untuk riset tersebut riset-riset covid-19 diharapkan bisa berjalan sesuai target. Mengingat pandemi Covid-19 masih terus berlangsung dan dampaknya dirasakan hampir semua sektor. (H-3)
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi guna mencari solusi terbaik dalam penanganan krisis.
Wiku berharap vaksin Pfizer yang sudah disebar ke berbagai daerah digunakan dengan baik. Supaya masyarakat semakin terlindungi dari penularan covid-19.
Vaksin Inavac merupakan vaksin covid-19 dengan platform inactivated virus yang dikembangkan oleh peneliti di Universitas Airlangga.
Vaksin Sars-CoV-2 (sel vero) inaktif hasil karya anak bangsa ini sudah menuntaskan uji klinis tahap 1, 2, dan 3.
Setelah mendapatkan izin EUA dari Badan POM pihaknya akan menyiapkan 10 juta vaksin sesuai kebutuhan dalam negeri.
Prosen uji praklinis vaksin merah putih BRIN memerlukan waktu enam bulan.
WILAYAH pesisir Indonesia menghadapi tekanan yang semakin kompleks, mulai dari abrasi, banjir rob, kenaikan muka air laut, hingga keterbatasan ruang.
PENCEMARAN pestisida di Sungai Cisadane dapat ditangani melalui restorasi ekosistem sungai lewat rehabilitasi zona riparian menurut peneliti BRIN
pencemaran Sungai Cisadane oleh pestisida dapat menimbulkan efek kesehatan. Meskipun air permukaan sungai itu bisa tampak jernih kembali, ada ancaman toksititas
Kepala BRIN Arif Satria terjunkan tim ahli untuk teliti dampak 20 ton pestisida di Sungai Cisadane. Warga dilarang gunakan air sungai demi kesehatan.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
Residu kimia yang masuk ke aliran sungai telah memicu kematian massal biota akuatik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved