Kamis 20 Mei 2021, 18:35 WIB

KH.Ali: Semangat Idul Fitri Suarakan Solidaritas Kemanusiaan

mediaindonesi.com | Humaniora
KH.Ali: Semangat Idul Fitri Suarakan Solidaritas Kemanusiaan

ANTARA/HO-Aspri.
Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI KH.Dr.Ali M Abdillah.

 

SEKRETARIS Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr.KH.Ali M Abdillah mengatakan semangat Idul Fitri dapat diwujudkan dalam menyuarakan solidaritas kemanusiaan dengan tetap merawat solidaritas kebangsaan dan kebhinekaan yang ada.

Kiai Ali mengatakan, momentum Idul Fitri tahun ini bertepatan dengan memanasnya masalah Palestina-Israel, ada tiga hal yang bisa dilakukan bangsa Indonesia untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina, yaitu dengan doa, diplomasi dan bantuan kemanusiaan.

"Karena persoalan Palestina ini ibarat benang kusut, posisi rakyat Palestina terjepit satu sisi antara konflik politik antara elit Palestina seperti Fraksi Hamas dan Fatah yang sampai sekarang tidak kunjung selesai. Kemudian di sisi lain dihimpit oleh predator Israel," ujar Kiai Ali dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (20/5).

Kiai Ali menyebut bahwa seharusnya masalah internal di Palestina itu sudah bisa diatasi, sehingga langkah menghadapi Israel baik diplomasi maupun perang itu satu kata. Ia mencontohkan yang dilakukan Indonesia ketika menghadapi kolonialisme Belanda yang semua tokohnya sepakat satu kata.

”Maka untuk mengurai persoalan Palestina itu paling pertama adalah menyelesaikan persoalan internalnya sendiri. Karena mau kita mendukung kayak apapun tapi yang di dalam negara Palestina itu berantem ga selesai-selesai ya tidak akan bisa diharapkan bisa tuntas,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan bahwa perlu juga strategi diplomasi, terutama dengan negara-negara muslim, karena dukungan politik sangat penting bagi Palestina termasuk dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebab ia menyebut bahwa peta di Timur Tengah sendiri tidak solid mendukung Palestina.

”Seperti Turki, di satu sisi mereka mengecam Israel, tapi di sisi lain punya bisnis dengan Israel. Begitu juga Yordania, Mesir dan Arab Saudi. Jadi mereka belum satu kata, sehingga kekuatan Israel yang kecil itu dihadapi oleh negara-negara Islam yang terpecah-pecah sehingga tidak mampu menghadapi kekuatan Israel yang memang sudah memiliki kekuatan dukungan politik seperti di PBB, kemudian di negara-negara Eropa dan Amerika,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia mengungkapkan bahwa langkah yang telah diambil oleh pemerintah Indonesia melalui OKI itu sudah tepat. Mendukung Palestina melalui prosedur diplomasi internasional secara tepat dan terukur. Apalagi Ali menjelaskan bahwa OKI juga banyak dikritik karena selama ini tidak bisa berbuat apa-apa dalam membantu palestina.

”Suaranya terlalu lemah dan tidak punya kekuatan untuk bisa diperhatikan oleh pihak Israel. Padahal OKI ini kan gabungan negara-negara muslim,” jelas pria yang akrab disapa Kiai Ali itu.

Kiai Ali juga berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati dengan banyaknya sumbangan untuk Palestina yang dibuka baru-baru ini. ia menyampaikan bahwa harus bisa dilihat lembaga mana yang bisa dipercaya, karena sebelumnya pihak Duta Besar Palestina di Indonesia menyampaikan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan bantuan dari para donatur itu.

”Lha terus dananya ke mana, ini yang harus diwaspadai. Seperti yang dilakukan oleh PBNU melalui LAZISNU, ini menurut saya lebih akuntabel karena PBNU sudah komunikasi langsung dengan Duta Besar Palestina,” terangnya.

Selain itu jika ada ajakan berangkat ke Palestina, Ali menyebut agar hal tersebut hendaknya dipikirkan dengan baik. Karena kalau orang Indonesia dengan semangat jihad mau membela Palestina tapi tidak memiliki skill atau teknik perang justru menjadi beban.

”Kalau mau bantu membangun rumah sakit atau yang lain ya tidak apa-apa. Tapi kalau sampai jihad dalam pengertian perang fisik ini tentu sudah tidak tepat. Karena perangnya sudah perang teknologi tinggi,” kata Kiai Ali. (Ant/OL-09)

Baca Juga

Medcom

Dokter Tengah Pelajari Reumatik Autoimun di Penyintas Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Desember 2021, 07:15 WIB
"Beberapa jurnal melaporkan adanya pasien-pasien yang didiagnosaarthritis rheumatoid (RA) pascainfeksi covid-19. Namun, hasil...
Dok. Pribadi

Santri Dibekali Kemampuan dan Pengetahuan Digital

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 Desember 2021, 01:32 WIB
Menurutnya, inklusi keuangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang dicita-citakan di Perpres No. 114 tahun 2020 tentang...
Antara

Menkominfo Ingatkan Jangan Abai Terapkan Prokes

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:53 WIB
Tingkat kepatuhan protokol kesehatan mengalami penurunan, terutama menjaga jarak dan menghindari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya