Rabu 12 Mei 2021, 12:21 WIB

Pemda Diminta Karantina Pemudik Nekat yang Tiba di Kampung Halaman

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Pemda Diminta Karantina Pemudik Nekat yang Tiba di Kampung Halaman

MI/LILIK DARMAWAN
Satgas Covid-19 Banyumas, Jateng, telah melakukan karantina terhadap tiga pemudik yang melanggar larangan mudik pada Kamis (6/5).

 

JURU Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta semua pihak mematuhi kebijakan peniadaan mudik lebaran. Ia memperingatkan mereka yang nekat melanggar siap untuk menerima sanksi berupa diminta kembali ke daerah asal perjalanan.

Namun, apabila para pemudik nekat berhasil tiba di kampung halamannya, Satgas meminta pemerintah mengambil tindakan dengan mengarantina pemudik tersebut.

Pos komando (posko) di desa dan kelurahan sangat diharapkan mengoptimalkan peran dalam penanganan covid-19 di tingkatan terkecil.

Baca juga: Satgas Imbau Waspada Tren Perburukan Kasus Covid-19 di Sumatra

"Saya meminta pemerintah daerah dan satgas di daerah untuk melakukan karantina selama 5x24 jam bagi masyarakat yang datang dari luar daerah. Sehingga dapat mencegah penularan dengan optimalisasi Posko di desa atau kelurahan," kata Wiku dalam keterangan resmi, Rabu (12/5).

Sangat disayangkan jika pemudik yang nekat itu berhasil tiba di kampung halaman. Pasalnya, masyarakat yang mudik berpeluang tertular ataupun menularkan covid-19. Perlu dipahami bahwa penyekatan adalah bagian dari kebijakan pelarangan mudik yang sepatutnya dipatuhi masyarakat agar covid-19 tidak menyebar secara luas.

Terjadinya penularan dapat diakibatkan mobilitas orang yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Dan sedianya masyarakat tidak seharusnya melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah karena berpotensi mendapatkan konsekuensi hukum.

"Patuhi kebijakan ini untuk kebaikan bersama dalam mencegah terjadinya penularan covid-19," pesan Prof Wiku.

Yang sangat dikhawatirkan, adanya dampak dari peningkatan kasus baru yang baru akan terlihat dalam 2-3 minggu pascakegiatan mudik. Dan potensi peningkatan kasus dapat terjadi apabila masyarakat terus memaksakan diri untuk melakukan mudik.

"Perlu diingat, esensi peniadaan mudik adalah untuk mencegah terjadinya penularan dan lonjakan kasus," pungkas Wiku. (OL-1)

Baca Juga

Antara

311 Perawat Meninggal Akibat Covid-19, PPNI: Tertinggi di Jatim

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 12:50 WIB
Sebanyak 311 perawat meninggal dunia akibat Covid-19. Data tersebut dikumpulkan PPNI sejak November 2020-18 Juni...
Ist/KLHK

KLHK Bentuk Satlakwasdal, Kawal Implementasi UU Cipta Kerja

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 11:41 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan penerbitan UU Cipta Kerja ini dalam rangka mendorong perluasan kesempatan...
Antara

Peneliti UGM: Pembiayaan Penyakit Jantung Beban Tertinggi JKN-KIS

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 11:40 WIB
BEBAN biaya katastropik penyakit jantung menjadi biaya tertinggi dalam beban layanan JKN pada periode 2016 - 2019, khususnya di pulau...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya