Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Anggaran Dipangkas 70 Persen, 3.400 Lubang di Jalur Mudik Jawa Tengah Belum Tertangani

Akhmad Safuan
01/3/2026 13:39
Anggaran Dipangkas 70 Persen, 3.400 Lubang di Jalur Mudik Jawa Tengah Belum Tertangani
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berpacu dengan waktu untuk menambal 3.400 titik lubang jalan jelang arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi mulai padat pertengahan Maret ini. Kendala utama perbaikan permanen adalah pemangkasan anggaran penanganan jalan yang mencapai Rp700 miliar pada tahun anggaran 2026.

Berdasarkan pemantauan pada Minggu (1/3), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat proses perbaikan jalan dengan metode tambal sulam. Langkah ini diambil untuk memastikan jalur utama siap dilintasi jutaan kendaraan pemudik, baik di jalur Pantura, Jalur Tengah, maupun Pantai Selatan (Pansela).

Keluhan Pengguna Jalan

"Masih banyak jalan penghubung antar-daerah yang berlubang, sehingga kita harus berhati-hati saat melintas di ruas jalan di Jawa Tengah ini," ujar Ashar, seorang pengemudi bus wisata di Semarang.

Hal serupa diungkapkan Bagio, pengemudi travel asal Bandung. Ia mengeluhkan kondisi jalan yang tidak rata akibat perbaikan tambal sulam. "Hanya ditambal dengan aspal, jadi ada perbedaan ketinggian di bekas tambalan. Ini sangat tidak nyaman saat melintas," tambahnya.

Wahyono, seorang pengendara motor di Kabupaten Semarang, juga mengingatkan bahaya berkendara di malam hari. Menurutnya, lubang jalan dan bekas tambalan aspal yang tidak rapi sering kali menjadi penyebab kecelakaan bagi pengguna roda dua.

Data Sebaran Lubang Jalan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, membenarkan masih adanya ribuan lubang yang belum tertangani. Namun, ia menegaskan penambalan terus dikebut agar selesai sebelum puncak arus mudik.

"Sejak Januari hingga Februari, kita telah melakukan penambalan sebanyak 14.455 lubang dari total 17.850 lubang yang terdata di Jawa Tengah," kata Henggar.

Berikut adalah sebaran 3.400 lubang jalan yang saat ini tengah dalam proses pengerjaan:

Wilayah Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Jumlah Lubang
Wilayah Semarang 1.116 Lubang
Wilayah Tegal 1.000 Lubang
Wilayah Pati 900 Lubang
Wilayah Purwodadi 400 Lubang

Anggaran Dipangkas Drastis

Kondisi perbaikan yang hanya bersifat tambal sulam ini tak lepas dari keterbatasan dana. Henggar menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terjadi pemangkasan anggaran hingga Rp700 miliar. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 anggaran penanganan jalan mencapai Rp1 triliun, namun kini hanya tersisa Rp320 miliar.

Penyebab utama kerusakan jalan di wilayah ini disebut akibat cuaca ekstrem dan bencana alam. Selain itu, maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) atau truk bertonase besar yang melintas melampaui kapasitas jalan mempercepat kerusakan aspal di jalur-jalur utama mudik.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya