Jumat 07 Mei 2021, 11:00 WIB

Pilot Trigana Air Jadi Tersangka Penyelundupan Burung asal Papua

Atalya Puspa | Humaniora
Pilot Trigana Air Jadi Tersangka Penyelundupan Burung asal Papua

ANTARA FOTO/Seno
Ilustrasi penyelundupan burung yang dilindungi

 

PENYIDIK Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra telah menetapkan AS (50), pilot Trigana Air Boeing 737 Seri 300 PK-YSN, sebagai tersangka. AS ditetapkan sebagai tersangka karena mengangkut 180 ekor burung yang dilindungi tanpa izin dari Papua ke Bandara Halim Perdanakusuma dengan pesawat Trigana Air.

Kasus penyelundupan satwa yang dilindungi ini diduga terkait dengan jaringan perdagangan satwa antarpulau. Kepala Balai Gakkum Wilayah Jabalnusra Muhammad Nur mengatakan penyidik KLHK saat ini sedang mendalami keterlibatan pelaku lainnya terkait penyelundupan dengan Trigana Air.

"Di samping AS kami menyakini ada pelaku lainnya yang terlibat. Dalam kasus ini ada dugaan keterlibatan Oknum TNI. Proses penegakan hukum terhadap oknum TNI dilakukan POM AU dan POM AD," kata Muhammad Nur dalam keteragan resmi, Jumat (7/5).

Baca juga: KLHK Tangkap Penjual Sisik Trenggiling dan Paruh Burung Rangkong

Sementara itu, Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani menambahkan kejahatan perdagangan illegal dan perburuan satwa liar yang dilindungi masih menjadi ancaman terhadap kekayaan hayati Indonesia, khususnya satwa eksotik Indonesia.

Modus operandi kejahatan terus berkembang, termasuk menggunakan pesawat udara, dan perdagangan secara online. Kejahatan ini terorganisir karena melibatkan banyak pihak. Rasio Sani mengatakan penindakan terhadap kejahatan tumbuhan maupun satwa menjadi prioritas KLHK.

Dalam beberapa tahun ini, pihaknya telah melakukan 369 operasi dan telah melimpahkan 311 kasus ke kejaksaan untuk disidangkan (P21), ratusan ribu ekor satwa liar telah diamankan.

"Kejahatan seperti ini sangat merugikan negara dan menganggu keseimbangan ekosistem kita. Untuk itu Kami mengharapkan agar pelaku kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa seperti ini harus dihukum seberat-beratnya agar ada efek jera," tegas Rasio Sani

Adapun, barang bukti 180 burung dilindungi saat ini diserahkan dan diamankan di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur. Jenis dan jumlah burung dilindungi itu antara lain: kakatua raja 6 ekor, nuri kabare 5 ekor, kakatua koki 1 ekor, perkici paruh jingga 44 ekor, nuri bayan 10 ekor, nuri coklat 8 ekor, cenderawasih kuning besar 16 ekor, cenderawasih mati kawat 2 ekor, dan kasturi kepala hitam 88 ekor. Satwa-satwa tersebut merupakan satwa liar yang dilindungi.

Untuk diketahui, pengungkapan kasus berawal ketika petugas Balai KSDA KLHK di Jakarta mendapatkan informasi dari Satuan POM Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma mengenai pengiriman ratusan burung dari Sentani Papua ke Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma. Balai KSDA kemudian melaporkan kejadian itu kepada Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra.

Para pelaku diduga melanggar Pasal 40 Jo. Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp100 juta.(OL-5)

Baca Juga

Sj

Peraturan Pelabelan Kemasan Pangan Dinilai Bisa Matikan Industri

👤Abdillah M Marzuki 🕔Senin 20 September 2021, 00:01 WIB
Menurut Henky, banyak uji laboratorium yang tidak terlaksana karena jumlah laboratorium masih...
Dok. Bumoon.io

Bumoon.io Siap bantu Pemerintah Atasi Perubahan Iklim dengan Teknologi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 19 September 2021, 23:44 WIB
Co-founder BUMooN.io, Happy Murdianto mengatakan, pemanasan global merupakan permasalahan yang memiliki pertaruhan yang besar bagi masa...
Dok. DPP LDII

World Cleanup Day, LDII Canangkan Kampanye Pilah Sampah dari Rumah

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 19 September 2021, 23:33 WIB
Berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada  2020, 54 persen dari total sampah plastik masih terbuang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya