Rabu 05 Mei 2021, 12:30 WIB

Komit Beri Peluang Perempuan Berkecimpung di Bidang Teknologi

Mediaindonesia.com | Humaniora
Komit Beri Peluang Perempuan Berkecimpung di Bidang Teknologi

Dok.Girls In Tech
Para penerima beasiswa Girls In Tech saat berbagi pengalaman.

 

KARTINI adalah simbol pemberdayaan perempuan modern di Indonesia. Dia merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Kartini memperjuangkan kesetaraan gender agar perempuan memiliki hak yang sama untuk belajar dan berkembang, terutama untuk pendidikan.

Itu sebabnya saban tahun kita merayakannya setiap 21 April sebagai Hari Kartini. Sejalan dengan misinya, Girls In Tech Indonesia didirikan untuk menciptakan lebih banyak peluang bagi perempuan untuk lebih dapat berpartisipasi dalam teknologi.

Baca juga: Ajak Perempuan lebih Mandiri secara Finansial di Hari Kartini

Dimulai pada Desember tahun lalu, dan setelah tiga bulan berjalan, program beasiswa Girls In Tech berakhir pada April lalu. Sebagai hasil akhir, program yang diinisiasi oleh GIT Indonesia, Education New Zealand, dan Hacktiv8, mengumumkan tiga outstanding recipients atau penerima beasiswa dengan hasil yang memuaskan, yakni Nurulita Aida Rahmasari, Riza Tri Wulaningrum, dan Linda Oktavianty, dari total 18 perempuan penerima beasiswa.

Ketiga perempuan tersebut dan penerima beasiswa lainnya kemudian membagikan pengalaman belajar mereka di 'Tech Talks Vol. 1,2 dan 3’, rangkaian presentasi ditampilkan dengan gaya Pecha Kucha, dan disiarkan langsung pada 24, 25 April, dan 1 Mei melalui zoom.

Tech Talks merupakan mini-workshop pascaprogram dalam bentuk webinar di mana para peserta beasiswa berbagi perjalanan dalam menyelesaikan program beasiswa. Tujuan mini-workshop adalah untuk menciptakan kesadaran dan lebih menginspirasi perempuan lainnya untuk bergabung dengan program Girls in Tech lainnya yang akan datang. Webinar dihadiri oleh ratusan audiens, namun acara tersebut menunjukkan ketertarikan yang signifikan dari para perempuan.

Selama mengikuti program, para penerima beasiswa belajar program Pengembangan Profesional dari Hacktiv8 sesuai dengan minat. Nurulita, Riza, Linda, dan perempuan lainnya belajar tiga program berbeda, yaitu; Introduction to Python, Front-end development, dan Introduction to Programming.

Program Hacktiv8 memang dirancang untuk semua orang, dengan atau tanpa latar belakang teknologi. Kurikulum dalam program yang dihadirkan didesain khusus agar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini dengan materi pembelajaran yang mudah diimplementasikan. Selain itu, para peserta juga diberikan berbagai fasilitas seperti 1-on-1 mentoring dan career coaching untuk menunjang karier mereka setelah menyelesaikan program.

“Bagi saya, yang tidak memiliki latar belakang coding, instruktur menyampaikan materi pembelajaran dengan jelas dan ringkas. Memiliki mentor membuat segalanya menjadi mudah. Saya menemukan bidang itu sangat menarik,” kata Riza.

Sementara, Nurulita Aida Rahmasari yang merupakan seorang ahli gizi yang  sedang menempuh studi pascasarjana di Universitas Indonesia mengaku yang paling menyenangkan adalah ketika menyelesaikan tugas akhir menggunakan data tentang nutrisi di Indonesia. "Dari seseorang yang tidak tahu apa-apa tentang pemrograman, saya bisa menyelesaikan kursus delapan minggu, menyelesaikan analisis sederhana menggunakan Python. Saya berharap dapat menggunakan keterampilan baru ini untuk mengumpulkan data yang berguna untuk membuat keputusan strategis bagi pemerintah, khususnya untuk meningkatkan kondisi masyarakat Indonesia terkait gizi dan kesehatan.”

Program Beasiswa GIT diluncurkan ke publik tahun lalu sebagai hasil kemitraan dengan Education New Zealand dan Hacktiv8. Program ini adalah program beasiswa pertama yang didedikasikan untuk memberdayakan perempuan di luar industri Teknologi Informasi untuk mempelajari lebih lanjut tentang Teknologi Digital dan Teknologi Informasi. Untuk peluncuran beasiswa pertamanya, Girls In Tech menerima 463 lamaran, kemudian hanya 18 peserta yang terpilih.

“Pengembangan diri tidak pernah terjadi pada zona nyaman kita. Ketika kita percaya pada kemampuan kita, maka tidak ada yang mustahil. Kita hanya membutuhkan keberanian untuk melakukan lompatan keyakinan dalam melakukan sesuatu yang berbeda. Pesan standar dari para individu yang luar biasa ini adalah mengambil kesempatan, melakukan sesuatu yang baru dengan lebih baik dari sebelumnya. Kami, Girls In Tech Indonesia, hadir untuk menginspirasi para perempuan agar lebih banyak terlibat pada bidang teknologi untuk kemudian mampu menyelesaikan masalah di masyarakat. Dan merupakan komitmen kami untuk membantu anak perempuan di Indonesia dalam mengejar pendidikan dan karier mereka di bidang teknologi,” kata Aulia Halimatussadiah, Managing Director Girls In Tech Indonesia.

Ben Burrowes, Direktur Regional Education New Zealand untuk Asia, juga mengucapkan terima kasih dan berharap dapat melanjutkan kemitraan yang sudah terjalin untuk mendukung lebih banyak perempuan Indonesia di bidang STEM.

“Kami percaya program ini sangat berarti karena melalui kemitraan kami dengan Girls in Tech, Hacktiv8, dan inisiatif mereka, kami telah melihat secara langsung potensi besar perempuan Indonesia di sektor ini. Antusiasme dan minat terhadap teknologi juga ditunjukkan oleh banyaknya peserta yang mengikuti prakarsa tindak lanjut dan kami berharap dapat melanjutkan kemitraan dalam jangka panjang untuk mendukung kemajuan teknologi di Indonesia,” tambah Ben.

“Kami bangga dengan pencapaian para peserta. Mereka telah membuktikan bahwa tidak ada batasan bagi perempuan untuk mengeksplorasi teknologi. Kami berharap dengan memfasilitasi dan mendukung tumbuhnya talenta perempuan di industri teknologi kita dapat menginspirasi perempuan untuk berkontribusi di era digital," ujar Presiden Hacktiv8, Juventia Vicky. (RO/A-1)

Baca Juga

MI/DOK PUSPEN TNI

Kapolri Minta Masyarakat Bersilaturahmi Secara Virtual

👤Cindy Ang 🕔Kamis 13 Mei 2021, 10:33 WIB
Sigit mengingatkan masyarakat agar tidak membuat kerumunan. Kegiatan silaturahmi sebaiknya dilakukan secara...
AFP/DAVID MAREUIL

Menlu Retno Ajak WNI Berikhtiar Atasi Pandemi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 13 Mei 2021, 09:10 WIB
Menlu Retno mengungkapkan harapan agar tahun ini menjadi tahun terakhir umat Muslim merayakan Idul Fitri di tengah...
ANTARA/R Rekotomo

Khotbah Salat Id, Direktur Amnesty Singgung Tes Wawasan Kebangsaan

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 13 Mei 2021, 09:03 WIB
Usman mengingatkan hawa nafsu kadang kali tidak datang dari hal-hal yang bersifat negatif, melainkan juga hal yang dirasa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya