Minggu 02 Mei 2021, 11:54 WIB

KPK Minta Kemensos Segera Cari Pengganti 21 Juta Penerima Bansos

Candra Yuri Nuralam | Humaniora
KPK Minta Kemensos Segera Cari Pengganti 21 Juta Penerima Bansos

ANTARA/Adeng Bustomi
Warga membawa pulang bantuan sosial nontunai di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) menidurkan 21 juta data penerima batuan sosial (bansos) tunai pandemi covid-19. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Kemensos segera mencari penggantinya.

"Ketika 21 juta itu kemudian dinonaktifkan Berarti ada anggaran untuk 21 juta belum digunakan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Jakarta, Sabtu (1/5).

Alex mengatakan pemerintah telah menggelontorkan dana untuk 21 juta data yang ditidurkan oleh Kemensos. Duit yang sudah dikeluarkan negara itu harus segera disalurkan ke orang lain yang membutuhkan.

Baca juga: Kemensos Minta Warga tidak Takut Lapor Penyelewengan Bansos

"KPK selalu mendorong agar data masyarakat yang kurang mampu, miskin, itu ditunggalkan," ujar Alex.

Lembaga Antikorupsi menyarankan Kemensos menggunakan data lain dalam penyaluran bansos covid-19. Contohnya, kata Alex, Kemensos bisa menggunakan data penerima keluarga harapan (PKH) atau data beras miskin (raskin) yang sudah dimiliki sebelumnya.

"Itu dipegang oleh masing-masing Ditjen. Karena ada Direktorat Jenderal (Ditjen) PKH, ada Ditjen yang menyalurkan. Kita minta supaya itu disatukan. Karena itu tadi, ini jangan-jangan orangnya sama," tutur Alex.

KPK juga minta Kemensos untuk segera putar otak agar duit 21 juta data yang sudah dikeluarkan negara tidak mandek. Uang itu juga diharap tidak diberikan ke orang yang sudah mendapatkan bantuan.

"Jangan sampai bantuan itu menjadi tumpang tindih dan tidak menutup kemungkinan ketika kalau ada data ganda penerimaannya juga ganda," ucap Alex.

Sebelumnya, Kemensos terus menyaring data penerima bansos tunai pandemi covid-19 di Indonesia. Sebanyak 21 juta data penerima bansos tunai dibekukan Kemensos.

"Karena ada 21 juta yang kita tidurkan, kami meminta daerah-daerah untuk melakukan usulan tambahan untuk bisa kita tampung dan kita berikan bantuan," kata Menteri Sosial Tri Rismaharini di Jakarta, Sabtu (1/5).

Risma menjelaskan sebanyak 21 juta orang itu tercatat sebagai penerima bansos tunai ganda. Data mereka harus dibekukan untuk membuat penyaluran bansos tunai lebih akurat lagi. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Hafidz Mubarak A

Putus Penularan Covid-19, Abbott Panbio Antigen Nasal Dukung 3T

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 01:04 WIB
“Abbott fokus untuk membawa serangkaian alat tes Covid-19 yang andal, cepat, akurat dan nyaman ke Indonesia secepat mungkin untuk...
Dok. Pribadi

Dua Hari Besar Keagamaan, Menteri Johnny : Anugerah Persaudaraan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 00:30 WIB
Menteri Johnny menyatakan perayaan Idulfitri selalu identik dengan momentum silaturahmi yang penuh dengan kasih sayang dan...
Dok Pribadi

Saleh Husin Berbagi Pengalaman Nongkrong di Emperan Kantor

👤Mediaindinesia.com 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:31 WIB
Peristiwa yang terjadi pada 6 Desember 2014 itu akibat helikopter yang ditumpanginya terpaksa harus melakukan pendaratan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya