Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGENYAM pendidikan gratis hingga lulus, membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Itulah tujuan Presiden Prabowo Subianto mendirikan Sekolah Rakyat. Hal itu ditegaskan kembali oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul di Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Sonosewu, Kabupaten Bantul, DIY.
Di hadapan para siswa, Gus Ipul sekolah gratis berasrama ini untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum terjangkau pendidikan karena keterbatasan biaya.
"Jadi yang belum terjangkau bisa dijangkau dengan Sekolah Rakyat. Adik-adik yang mungkin tidak bisa sekolah di sekolah-sekolah umum karena biaya, karena faktor orangtua yang kurang mampu, maka oleh presiden diberi kesempatan untuk sekolah di Sekolah Rakyat," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, kemarin.
Selain itu, Gus Ipul mengatakan, sekolah berasrama ini juga hadir untuk membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
"Jadi mungkin dari yang tidak mungkin, membuat kemungkinan-kemungkinan baru. Yang mungkin dulu kok susah rasanya sekolah, apa bisa sampai lulus, nanti dengan adanya Sekolah Rakyat ini mudah-mudahan kemungkinan terbuka lebih lebar untuk anak-anakku ini dan ini dipersembahkan oleh Presiden Prabowo," jelas Gus Ipul.
Sebagai informasi, di SRMA 19 Bantul terdapat 200 siswa dari 10 rombongan belajar. Dua di antaranya non muslim.
Salah satu siswi bernama Jessie mengaku senang bisa bersekolah di Sekolah Rakyat, meskipun ia beragama Hindu di antara mayoritas murid-murid beragama Islam. "Senang, pak. Soalnya di sini banyak teman, teman-temannya juga tidak nakal. Saya tuh rasanya di sini sudah kayak di rumah. Fasilitasnya juga bagus," kata Jessie saat berdialog dengan Gus Ipul.
INGIN JADI BUPATI
Di tempat terpisah, SRMA 20 Sleman, Yogyakarta; Ikhsan Fajar Susandi, 16, membagikan mimpinya untuk menjadi bupati karena ingin membantu orang banyak. Tanpa ragu, Ikhsan menyampaikan cita-citanya tersebut di hadapan Gus Ipul saat meninjau langsung Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRMA 20 Sleman, Yogyakarta.
"Cita-citamu ingin jadi apa?" tanya Gus Ipul.
"Ingin jadi bupati," jawab Ikhsan.
Ikhsan adalah ketua kelas, jiwa kepemimpinannya telah terlihat. Ia menyampaikan motivasinya menjadi bupati adalah karena ingin membangun rumah sakit di daerahnya. "Yang saya harapkan kalau saya jadi bupati bisa bangun rumah sakit di daerah saya," jelasnya. (H-1)
Sang bocah, sehari-harinya memungut plastik dan sampah untuk menyambung kehidupannya.
Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah tidak hanya menyasar perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga menjadi motor penciptaan lapangan kerja
SEMANGAT belajar dan antusiasme para siswa mewarnai suasana di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Rabu (11/3).
Kegiatan ini berpijak pada amanat UUD 1945 Pasal 31 mengenai hak pendidikan warga negara dan semangat Keppres 120 tahun 2025 yang di keluarkan Presiden Prabowo.
Sejumlah guru Sekolah Rakyat mengikuti pelatihan internal (in house training) di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Papua, Kota Jayapura, Papua.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan program Sekolah Gratis menjadi prioritas utama. Lebih dari 60 ribu siswa di 801 sekolah swasta telah merasakan manfaatnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved