Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Menteri PPPA Harap Sekolah Rakyat jadi Contoh Sekolah Ramah Anak

Ficky Ramadhan
25/2/2026 16:49
Menteri PPPA Harap Sekolah Rakyat jadi Contoh Sekolah Ramah Anak
Sejumlah siswa belajar di dalam kelas yang terdapat perangkat komputer jinjing (laptop) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari.(Dok. Antara)

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi contoh sekolah yang ramah anak. Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Hal tersebut diucapkan Arifah saat melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Kabupaten Tabanan, untuk memastikan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat berjalan sesuai tujuan.

"Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Program Prioritas Presiden untuk memperluas akses pendidikan yang bermutu dan setara bagi seluruh anak bangsa. Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi," kata Arifah dalam keterangannya, Rabu (25/2).

Ia menekankan bahwa perlindungan anak di lingkungan pendidikan harus dimaknai secara menyeluruh. Tidak hanya mencegah kekerasan fisik, tetapi juga memastikan terciptanya suasana belajar yang aman, inklusif, dan suportif agar anak dapat berkembang optimal secara psikologis maupun sosial.

"Sekolah harus menjadi ruang yang membuat anak merasa dihargai, didengar, dan dilindungi. Ketika anak merasa aman dan nyaman, maka proses belajar akan berlangsung lebih maksimal dan karakter positif mereka dapat terbentuk dengan baik," ujarnya.

Selain itu, Menteri PPPA juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan yang dinilai berperan besar dalam membangun budaya disiplin, gotong royong, serta penguatan karakter siswa di sekolah tersebut.

Sementara itu, Kepala SRMP 17 Tabanan, Putu Jaya, mengungkapkan bahwa saat ini sekolah yang dipimpinnya menampung 74 siswa yang seluruhnya berasal dari keluarga kurang mampu. Ia menilai terdapat perubahan positif yang signifikan pada para siswa sejak bergabung di Sekolah Rakyat.

"Perubahan yang paling terlihat adalah kedisiplinan, semangat gotong royong, serta rasa tanggung jawab mereka yang semakin kuat. Kami merasa terharu sekaligus bangga melihat anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu kini dapat bersekolah di sekolah yang bermutu dan memiliki fasilitas yang baik," ujar Putu Jaya.

Ia berharap jangkauan Sekolah Rakyat dapat terus diperluas agar semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan pendidikan yang sama.

"Menurut saya, jalur pendidikan adalah hal yang paling utama dalam mengentaskan kemiskinan. Jika akses pendidikan dibuka seluas-luasnya, maka masa depan anak-anak akan jauh lebih cerah," tambahnya. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya