Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meminta kepada 166 Kepala Sekolah Rakyat yang hadir dalam Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat 2026 agar mempersiapkan siswanya sebaik mungkin untuk menghadapi perkembangan zaman. Adaptivitas tersebut diperlukan agar siswa bisa menggerakkan roda pemutus kemiskinan ketika mereka lulus, baik melalui bekerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
"Kita harus mempersiapkan anak-anak kita bahwa zaman selalu berubah, selalu berkembang. Sekolah Rakyat harus bisa mengasesmen perkembangan zaman sehingga kita bisa mempersiapkan betul apa yang bisa kita ketahui untuk anak-anak," kata Wamensos, Minggu (1/2).
Agus Jabo menambahkan bahwa kepala sekolah, tenaga pengajar, dan tenaga pendidik memiliki tugas yang berat untuk mewujudkan adaptivitas tersebut, terutama dengan keberagaman latar belakang siswa Sekolah Rakyat. Karenanya, diperlukan pola baru untuk membentuk kesiapan siswa menghadapi dunia saat lulus. Hal tersebut membuat Sekolah Rakyat berbeda dari sekolah reguler.
"Harus ada bentuk baru, pola baru yang berkualitas, plus plus, yang berbeda dari sekolah reguler sehingga siswa kita didik untuk betul-betul siap ketika mereka lulus dari Sekolah Menengah Atas," imbuhnya.
Agus Jabo percaya siswa yang unggul akan membentuk pribadi yang tangguh dan bisa mengangkat tak hanya derajat dirinya, namun juga keluarganya, memutus rantai kemiskinan.
Memiliki tugas yang berat, pengelolaan Sekolah Rakyat juga harus dilakukan secara maksimal. Agus Jabo mengimbau agar setiap sekolah dan juga Kementerian Sosial sebagai pengampu bisa melakukan evaluasi selama enam bulan terakhir Sekolah Rakyat berjalan. Dengan begitu, hambatan bisa segera terdeteksi dan dicari solusinya.
Selain itu, Ia pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kepala sekolah, tenaga pengajar, dan tenaga pendidik yang menjadi salah satu pilar dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui Sekolah Rakyat. Meski demikian, Ia juga berpesan agar semua tidak berpuas diri dan terus mengembangkan diri agar bisa mendukung anak-anak.
"Penghormatan setinggi-tingginya dari saya kepada kepala sekolah, para tenaga pendidik, para guru. Tetapi kita tidak boleh puas diri, karena dunia makin lama makin berat," pungkasnya. (H-2)
Wamensos Agus Jabo Priyono menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Sebab, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program untuk memutus kemiskinan
"Kekuasaan itu kan alat. Alat untuk memperjuangkan saudara-saudara kita yang tertindas, alat untuk memperjuangkan saudara-saudara kita yang masih miskin."
Agus Jabo menuturkan tahap awal akan dibuka di 63 titik, disusul 37 titik lainnya hingga genap 100 sekolah. “Insya Allah bulan Juli ini sudah mulai berjalan,” terang Agus Jabo.
Gus Ipul mengajak pemerintah daerah untuk turut memperbaiki regulasi dan juga melakukan pengawasan terhadap LKS-LKS yang ada di daerah masing-masing.
Filantropi berperan penting memperkuat UMK dan ekonomi rakyat lewat pendanaan, pendampingan, dan kolaborasi demi pembangunan berkelanjutan dan inklusif.
BP Taskin mulai mengimplementasikan SiTaskin sebagai model konvergensi lintas program di wilayah dengan kantong kemiskinan ekstrem.
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko menjelaskan bahwa definisi kemiskinan tidak dapat disederhanakan hanya sebagai kekurangan uang tunai.
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Majalengka akan menggelontorkan anggaran Rp34,5 miliar untuk pengentasan kemiskinan di wilayah mereka.
Ia memahami dinamika di awal masa pengenalan lingkungan sekolah pasti akan ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved