Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menyoroti pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah. Ia menekankan persoalan keterbatasan kapasitas, terutama pada Sekolah Rakyat yang belum memiliki gedung sendiri dan masih memanfaatkan sentra atau balai milik Kementerian Sosial.
Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Sosial RI, Abidin mengungkapkan bahwa banyak Sekolah Rakyat di daerah sudah mengalami kelebihan kapasitas.
"Saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Sosial RI. Saya melihat banyak Sekolah Rakyat di Sentra dan Balai Kementerian Sosial di daerah yang sudah Over Capacity (Sudah Full)." kata dia dalam keterangan yang diterima, Kamis (29/1).
Kondisi tersebut, menurut Abidin, berpotensi mengganggu proses penerimaan peserta didik baru karena keterbatasan ruang belajar yang tersedia.
"Sehingga untuk tahun ajaran baru kedepan, tidak bisa menerima siswa lagi, artinya yang sekarang digunakan untuk kelas 1 SMP/SMA, yang kedepan akan naik kelas 2 SMP/SMA, tidak bisa menerima siswa baru kelas 1 SMP/SMA karena sudah tidak ada tempat atau ruang belajar."
Legislator PDI Perjuangan itu menilai kondisi minat masyarakat yang tinggi terhadap sekolah rakyat membuat perlunya akselerasi pembangunan gedung agar program ini bisa berkesinambungan
"Agar Sekolah Rakyat dapat berkelanjutan, saya menekankan untuk akselerasi pembangunan gedung baru untuk Sekolah Rakyat.
Jika tidak dilakukan, maka Sekolah Rakyat tidak akan berkesinambungan dan berkelanjutan dan tidak akan menambah jumlah siswa Sekolah Rakyat."
Menteri Sosial Gus Ipul memaparkan bahwa saat ini sudah ada 166 titik sekolah rakyat yang sudah beroperasi, mencakup tingkat SD, SMP, dan SMA.
“Ada yang beroperasi sejak bulan Juli 63 titik, kemudian 37 titik operasi bulan Agustus, dan yang terakhir 66 titik beroperasi pada akhir September dan awal Oktober. Nah, kemarin sudah diresmikan secara langsung oleh Presiden di Kalimantan Selatan," jelas Gus Ipul di rapat kerja. (P-4)
Kemensos mengirimkan Tim Asesmen khusus ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memverifikasi status sosial ekonomi keluarga YBS.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim Tim Asesmen ke Ngada, NTT, untuk mendalami kondisi keluarga YBS, anak SD yang bunuh diri beberapa waktu lalu.
Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sepanjang 2025.
Peserta JKN yang dinonaktifkan tersebut bisa mengaktifkan kembali status kepesertaan JKN-nya jika yang bersangkutan memenuhi beberapa kriteria.
Abidin mendorong adanya koordinasi cepat antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat pembangunan fisik sekolah di tingkat kabupaten.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved