Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
PENGAMAT sosial, Rissalwan Habdy Lubis meminta pemerintah jangan buru-buru menuding banyak penerima bantuan sosial (bansos) bermain judi online (judol) sehingga perlu ditelusuri lebih dalam.
Diberitakan sebelumnya lebih dari 600 ribu penerima bansos terindikasi bermain judol, dan kini 228 ribu lebih di antaranya telah dicoret dari daftar penerima bansos.
Rissalwan melihat ada kesan seolah-olah menuding langsung bahwa sudah pasti penerima bansos melakukan hal tersebut. Padahal bisa jadi data itu disalahgunakan.
"Ada oknum yang justru dipengelola program bansos yang menggunakan data-data penerima bansos untuk keperluan judi online tadi. Saya kira perlu pembuktian, jadi tidak bisa langsung begitu ada temuan langsung eksekusi, harus ada pembuktian dulu," kata Rissalwan saat dihubungi, Minggu (10/8).
Selain itu, ia menegaskan tidak ada kontraktual uang bansos boleh dipakai untuk apa. Karena pada prinsipnya manusia selalu berharap. Jadi manusia adalah makhluk yang selalu berharap.
"Jadi kalau dia berpikir bahwa bansos ini kan tidak reguler, datangnya kan dirapel per beberapa bulan. Jadi ketika uangnya datang, ada kemungkinan memang uang itu pertama habis untuk bayar hutang dan berharap pada kesempatan yang lebih besar," ujar dia.
Dari awal menurutnya tidak ada kontraknya bahwa tidak boleh dipakai untuk judi online.
"Jadi ini jangan sampai ada kesan, langsung menuding bahwa penerima bansos itu jahat semua. Jadi ini kan membuat framing yang negatif bagi penerima bansos. Padahal mereka orang yang kesulitan," pungkasnya. (Iam/I-1)
Edi mengaku bingung dengan keputusan KPK menjerat dirinya sebagai tersangka. Padahal, menurut dia, Juliari merupakan mantan pimpinan di Kemensos yang harusnya bertanggung jawab.
Selain MBG, Pemprov Papua Tengah juga mengimplementasikan pemberian Makanan Tambahan dan BLT untuk balita, Cek Kesehatan Gratis, pembentukan 1.045 koperasi desa.
Ia mencontohkan ada PNS yang menabung dari sisa gaji bulanan untuk masa depannya, khususnya persiapan pensiun.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Bank Jakarta kembali mendistribusikan bantuan sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar kepada total 56.351 orang penerima baru.
PPATK menemukan bahwa sebagian penerima bansos tercatat sebagai pegawai BUMN hingga eksekutif manajerial.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved