Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) menelusuri ribuan rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi tidak wajar. Dalam data tersebut, sejumlah nama tercatat sebagai pegawai BUMN, dokter, hingga manajer perusahaan.
"Itu informasi awal yang diterima PPATK dari bank ketika yang bersangkutan membuka rekening, mereka mengaku sebagai pegawai BUMN atau profesi lain,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dikutip Antara, Kamis (7/8).
Temuan ini berawal dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang mendeteksi anomali status pekerjaan pada rekening penerima bansos selama semester pertama tahun ini. Dari data PPATK, terdapat:
Padahal, sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan (PKH), penerima bansos harus berasal dari kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kini diperbarui menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Mensos Saifullah menyebut pihaknya sedang mendalami temuan ini bersama PPATK dan lembaga terkait di tingkat pusat maupun daerah. Verifikasi akan dilakukan secara menyeluruh agar penyaluran bansos tepat sasaran.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Butuh waktu karena prinsipnya harus akuntabel, kalau tidak sesuai semua kami evaluasi,” ujarnya.
Jika nantinya terbukti ada penerima bansos yang tidak layak, Kemensos akan memblokir rekening terkait dan menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang lebih berhak.
Langkah ini, kata Saifullah, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan penyaluran bansos berlangsung transparan, adil, dan berbasis data, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. (P-4)
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan usaha sebesar Rp5 juta per keluarga terdampak bencana. Bantuan ini disalurkan melalui Pokja Pemberdayaan Pasca Bencana.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD dan Pemda terus mempercepat upaya distribusi bufferstock logistik,
SEKRETARIS Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan penerima BLT kesra sudah 85 persen dari target, sedangkan Menko Airlangga mengatakan sudah 26,2 juta orang menerima bantuan itu dari 35 juta
Kementerian Sosial memberikan atensi khusus terhadap penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terutama di wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang.
Kemensos mendirikan 30 dapur umum yang menyediakan lebih dari 80 ribu porsi makanan per hari untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Untuk memastikan bantuan sosial (bansos) Kemensos tersalurkan secara tepat sasaran, pemerintah menggunakan indikator penting bernama Desil Kesejahteraan Keluarga
Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat gejala menarik sepanjang 2025: sekitar 50 ribu keluarga secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan sosial (bansos)
Menurutnya, bansos yang saat ini lebih bersifat karitatif atau jangka pendek, bisa bergeser ke pemberdayaan jangka menengah dan panjang.
Mensos Saifullah Yusuf ungkap 600 ribu penerima bansos gunakan dana untuk judi online. Kabupaten Bogor tercatat tertinggi dengan lebih dari 6.000 KPM.
Rekening penerima bansos diketahui seringkali dipinjam keluarga untuk menerima transfer uang, yang tanpa disadari ternyata untuk transaksi judi.
SEBANYAK 1,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) resmi dicoret dari daftar penerima bantuan sosial (Bansos) 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved