Minggu 02 Mei 2021, 09:05 WIB

Siap Gantikan Antigen, Akurasi GeNose 97% dan Lebih Murah

Atalya Puspa | Humaniora
Siap Gantikan Antigen, Akurasi GeNose 97% dan Lebih Murah

Antara
Alat GeNose C19.

 

KASUS temuan penggunaan alat stik rapid antigen bekas di Bandara Kualanamu, Medan, Sumut, tidak bisa ditolerir. Sejumlah masyarakat mendesak agar keberadaan rapid antigen di bandara ditiadakan dan menggantinya dengan penggunaan GeNose C19 buatan UGM yang biayanya lebih murah.

Apalagi, Tim Pengembang GeNose C19 Mohamad Saifudin Hakim mengatakan, saat ini pihaknya siap apabila permintaan kapasitas produksi GeNose ditingkatkan.

"Untuk produksi saat ini tidak ada kendala. Kita bisa penuhi target produksi 5 ribu sebulan dan tentunya dengan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan," kata Hakim saat dihubungi, Sabtu (1/5).

Saat ini sendiri, penggunaan GeNose sudah dimanfaatkan di sejumlah fasilitas umum seperti stasiun, bandara, terminal bus, dan pelabuhan. Biaya tesnya cuma Rp30 ribu, jauh lebih murah daripada tes usap antigen covid-19 yang mencapai Rp250 ribu.

Ia menyatakan, efektivitas GeNose telah teruji karena sudah dilakukan berkali-kali dengan ribuan orang yang berbeda dan setelah pengujian tersebut, otak mesin tersebut telah dikunci untuk mendeteksi senyawa yang berbahaya khususnya covid-19.

"Tingkat akurasi mesin ini bisa mencapai 97%, sedangkan pengujiannya hanya membutuhkan waktu maksimal tiga menit," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, pihaknya akan terus memperkuat pengawasan mekanisme testing di masyarakat luas agar tidak terulang kejadian serupa kasus di Bandara Kualanamu.

"Pemerintah akan memperkuat testing dengan menggunakan semua alat testing yang telah teruji, mulai dari swab PCR, swab antigen, dan GeNose," ucap Wiku.

"Kami juga menegaskan bahwa perbuatan yang berpotensi merugikan masyarakat akan segera ditindak oleh pihak berwajib," pungkasnya.

Dalam kasus penggunaan alat uji cepat antigen bekas di Bandara Internasional Kualanamu, di Deli Serdang, Polda Sumut sendiri sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni PM, DP, SP, MR dan RN. Salah satu tersangka, yakni berinisial PM merupakan Plt Brance Manager
Laboratorium Kimia Farma Medan yang berada di Jalan RA Kartini. Sedangkan keempat tersangka lainnya merupakan pegawai kontrak dan pekerja harian lepas di kantor Kimia Farma tersebut. (H-2)

Baca Juga

MI/Ferdinand

Catat, Ini Manfaat Daun Sirsak dan Efek Sampingnya

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 22:00 WIB
Daun sirsak mengandung banyak vitamin dan antioksidan, serta dipercaya bisa menyembuhkan sejumlah...
DOK Pribadi.

Berita Duka, Pendeta SAE Nababan Meninggal Dunia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 21:02 WIB
Bagi masyarakat Indonesia, namanya lebih dikenal saat menjadi pimpinan (Ephorus) HKBP selama...
Ist

AsetKu Berikan Bantuan ke Panti Sosial Terdampak Pandemi Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 20:58 WIB
Tak hanya sektor industri, organisasi nirlaba atau non-profit seperti panti jompo, panti asuhan, panti sosial remaja, dan disabilitas juga...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya