Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak, Arifianto menegaskan, vaksinasi atau imunisasi dasar bagi anak-anak di bawah dua tahun adalah wajib guna menghindarkan anak-anak dari berbagai penyakit yang dapat berpotensi mematikan.
Hal itu disampaikan Arifianto pada webinar dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia dan Hari Posyandu Nasional, Kamis (29/4). Ia mengatakan di masa pandemi ini, banyak orangtua yang menunda atau melewatkan jadwal imunisasi anaknya karena khawatir akan penularan covid-19 di fasilitas kesehatan.
Untuk itu, ia mengingatkan agar para orangtua segera bergegas ke faskes untuk mengejar ketertinggalan imunisasi tersebut.
"Bagi yang tertinggal tidak apa-apa kita harus mengejar lagi. Silahkan pergi ke faskes terdekat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar Arifianto.
Baca juga : ASABRI Bayarkan Manfaat Asuransi JKK untuk Korban KRI Nanggala-402
Di sisi lain, bagi anak yang sudah terlewat jauh jadwal imunisasinya, menurutnya tidak ada pengaruh terhadap tubuh saat nantinya mendapatkan imunisasi.
Imunisasi ini juga wajib diulangi kembali pada usia sekolah dasar yang didapat secara gratis dari pihak sekolah.
"Ada beberapa imunisasi yang wajib 'booster' atau diulang lagi saat SD. Nah, itu juga wajib. Kenapa harus diulang? Karena kekebalan tubuh yang terbentuk itu masing-masingorang berbeda. Pengulangan ini untuk memastikan kekebalan tubuh benar-benar terbentuk," jelasnya.(OL-7)
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Selain AI, gim daring populer seperti Roblox dan Minecraft juga dinilai menghadirkan risiko karena anak-anak sering kali sulit membedakan antara dunia gim dan realitas.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved