Rabu 21 April 2021, 22:59 WIB

KH.Muflich: Puasa Bentengi Diri dari Hasutan dan Adu Domba

mediaindonesia.com | Humaniora
KH.Muflich: Puasa Bentengi Diri dari Hasutan dan Adu Domba

Antara/HO
Presiden Lajnah Tanfidziyah (LT) Syarikat Islam Indonesia (SII) KH.Muflich Chalif Ibrahim.

 

PRESIDEN Lajnah Tanfidziyah (LT) Syarikat Islam Indonesia (SII) KH.Muflich Chalif Ibrahim mengatakan puasa membentengi diri dari hasutan dan adu domba karena tujuan berpuasa adalah ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Jadi itu secara otomatis menjadi benteng bagi diri manusia itu. Kalau dia merasa dirinya sebagai orang yang bertaqwa maka selama 24 jam dia merasa diawasi oleh Allah, baik ucapannya, perbuatannya, semuanya,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (22/4).

Untuk itu, dengan berpuasa Insya Allah akan terhindar dari perbuatan perbuatan yang tidak baik seperti menyebarkan hoaks, memprovokasi, adu domba dan sebagainya, katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dengan memahami hal tersebut maka tidak ada yang bisa dia sembunyikan luput dari pada pantauan Allah SWT. Karena menurutnya, setiap saat akan selalu merasa diawasi, selalu merasa dipantau, dan itu semuanya harus dipertanggungjawabkan kelak di kemudian hari.

”Dan puasa adalah instrumen untuk membentengi manusia itu. Karena Rasul Muhammad SAW sudah jelas mengatakan ‘shaum junnah’ yakni perisai, benteng pelindung, puasa dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik dan agar dijauhkan dari api neraka. Jadi pengawasannya itu melekat dengan melakukan puasa itu,” jelas Muflich.

Selain itu, pria kelahiran Jakarta, 8 November 1970 itu juga menjelaskan bahwa Islam itu sebagai kekuatan spiritualitas menekankan untuk senantiasa peduli dan memihak terhadap yang lemah.

Oleh karena itu menurutnya relasi puasa itu juga terkait dengan misalnya zakat yang harus dibayarkan sebelum puasa usai, imbauan kesediaan untuk membantu, memperbanyak infaq, shodaqoh, hibah, distribusi kekayaan dari kaya ke miskin.

“Yang mana semua itu percepatannya demi keadilan sosial itu. Jadi substansi puasa itu kalau tidak dibarengi dengan komitmen sosial, tentunya puasa itu hampir tidak bermakna,” katanya.

Dalam memaknai puasa ini, ia menambahkan bahwa kita mesti “muhasabah” (instropeksi diri) dengan memperbaiki hati, melatih, menyucikan, dan membersihkannya.

Ia mengatakan, Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan janganlah puasa ini menjadi penahan lapar dan haus saja yang pada akhirnya tidak tercapai tujuan dari puasa itu.

“Kalau selama puasa itu dia tetap melakukan hal-hal yang diharamkan dan dilarang oleh Allah, seperti mengadu domba, ghibah, menyebar fitnah tentu akan tidak bermakna puasanya,” terangnya.

Sementara itu, di masa Ramadhan ini, KH Muflich menambahkan bahwa sinergisitas para ulama dan umara (pemimpin) itu harus terus dilakukan dan terbangun sedemikian rupa. Ini agar apa yang menjadi kebijakan itu bisa merupakan kesepakatan ulama-umara.

Sehingga dengan demikian, kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan efektif. Seperti kebijakan pelaksanaan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Dirinya juga berharap agar para tokoh dapat menjadi contoh dan tauladan yang baik. “Untuk itu marilah dengan puasa ini kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita agar kita semua juga terbentengi dari hoaks, provokasi dan ujaran kebencian,” ujarnya mengakhiri. (Ant/OL-09)
 

Baca Juga

DOK BPJAMSOSTEK

BPJAMSOSTEK Rayakan Lebaran Bersama Relawan Covid di Wisma Atlet

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 19:45 WIB
Menurut Anggoro, jasa para nakes dan relawan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini sungguh luar...
ANTARA

Lebaran di Tengah Pandemi, Silaturahmi Virtual tak Mengapa

👤Astri Novaria 🕔Kamis 13 Mei 2021, 18:54 WIB
Meski tidak dapat kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga dirinya tetap dapat bersilaturahmi bersama keluarga dengan...
Ist

Menaker: Tunda Mudik, Demi Akhiri Pandemi Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 16:35 WIB
Ida Fauziyah mengingatkan bulan Ramadan 1442 H, yang baru saja dilalui telah mengajarkan umatnya akan pentingnya menahan diri, dan menunda...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya