Senin 12 April 2021, 11:35 WIB

Belum ada, Ketentuan Final Pelaksanaan Vaksin Gotong Royong

Suryani Wandari | Humaniora
Belum ada, Ketentuan Final Pelaksanaan Vaksin Gotong Royong

ANTARA/BASRI MARZUKI
Petugas medis menyuntikkan vaksin covid-19 tahap kedua kepada seorang pekerja sektor pariwisata di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/4/2021).

 

Percepatan vaksinasi covid-19 terus dilakukan pemerintah, salah satunya dengan program vaksinasi gotong royong atau vaksinasi yang dibeli oleh Perusahaan/Badan Hukum/Badan Usaha yang diberikan secara gratis bagi Karyawan atau Karyawati atau keluarga Karyawan dan karyawati di perusahaan/Badan Hukum/Badan Usaha tersebut.

Namun hingga kini, rencana vaksinasi gotong royong ini masih molor dan belum menemui ketentuan final terkait pelaksanaan dan teknisnya.

Menurut Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang komunikasi publik Arya Sinulingga, hal ini dikarenakan vaksin untuk gotong royong masih dalam status dusahakan.

"Belum ada ketentuan final ya. karena sampai hari ini vaksinnya masih diusahakan, Jadi, mengenai kebijakan dari BPOM, MUI maupu harga belum ditentukan karena vaksinnya belum dapat yang pasti," ungkap Arya ketika dihubungi Media Indonesia, Senin (12/4).

Baca juga: Kemensetneg Buka Aspirasi Publik Terkait TMII

Sementara itu, lanjutnya untuk stok vaksin masih bisa dipenuhi mengingat Bio Farma pada bulan Mei akan memproduksi vaksin lebih banyak lagi. "Kalau stok masih dapat kita penuhi, jadi enggak usah khawatir. Apalagi pada bulan mei teman bio farma akan memproduksi lebih banyak lagi sehingga di bulan depan akan makin banyak vaksin kita," lanjut Arya.

Diketahui, Bio Farma telah melakukan negosiasi kepada dua pengembang vaksin yaitu Sinopharm dan Moderna untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi gotong royong. Sebanyak 15 juta dosis vaksin Sinopharm yang akan datang pada kuartal I dan kuartal II-2021. Kemudian 5,2 juta dosis vaksin Moderna akan tiba pada kuartal III dan IV-2021.

Sementara perihal harga, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah mengatakan pembentukan harga vaksinasi gotong royong akan ditentukan pemerintah setelah melalui diskusi dengan Kadin Indonesia dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

"Tarifnya kan ditentukan oleh kami (Kementerian Kesehatan). Tapi kami baru akan menentukan tarifnya setelah pihak BUMN dan Kadin duduk bersama dengan kami," kata Budi.

Baca Juga

DOK BPJAMSOSTEK

BPJAMSOSTEK Rayakan Lebaran Bersama Relawan Covid di Wisma Atlet

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 19:45 WIB
Menurut Anggoro, jasa para nakes dan relawan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini sungguh luar...
ANTARA

Lebaran di Tengah Pandemi, Silaturahmi Virtual tak Mengapa

👤Astri Novaria 🕔Kamis 13 Mei 2021, 18:54 WIB
Meski tidak dapat kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga dirinya tetap dapat bersilaturahmi bersama keluarga dengan...
Ist

Menaker: Tunda Mudik, Demi Akhiri Pandemi Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 13 Mei 2021, 16:35 WIB
Ida Fauziyah mengingatkan bulan Ramadan 1442 H, yang baru saja dilalui telah mengajarkan umatnya akan pentingnya menahan diri, dan menunda...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya