Selasa 06 April 2021, 15:45 WIB

10 Tahun Terakhir, Dua Bencana Banjir Besar Melanda NTT

Atalya Puspa | Humaniora
10 Tahun Terakhir, Dua Bencana Banjir Besar Melanda NTT

ANTARA/PION RATULOLI
Warga melintas di dekat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021).

 

Selain banjir bandang yang terjadi tahun ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, terdapat dua bencana banjir besar lainnya yang pernah melanda NTT dalam sepuluh tahun terakhir.

"Dalam 10 tahun terakhir, di NTT terdapat dua bencana banjir yang cukup besar. Pertama yaitu 3 November 2010 banjir Kabupaten Timor Tengah Selatan yang mengakibatkan 31 orang meninggal dunia, 7 orang hilang, 27 luka-luka dan 159 rumah rusak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (6/4).

Baca juga: Perkuat Kelembagaan Baznas, Wapres Buka Rakornas Zakat 2021

Selain itu, bencana banjir besar lainnya terjadi pada 11 april 2011, yakni Banjir Kabupaten Belu yang mengakibatkan 3.277 rumah rusak dan 14 fasilitas umum rusak.

"Untuk itu, momentum ini adalah momen agar kita bisa membangkitkan kesadaran kolektif utuk melakukan langkah mitigasi bencana lebih baik lagi," ungkapnya.

Seperti diketahui, bencana banjir bandang yang melanda NTT sejak Minggu (4/4) disebabkan oleh adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada sepekan ini, 3 – 9 April 2021.

Adapun, hingga pukul 14.00 WIB, BNPB merinci penambahan korban jiwa akibat bencana tersebut, yakni 84 orang meninggal dunia, 103 orang dinyatakan hilang, 123 orang luka-luka, dan 2.683 orang terdampak. Adapun, kerugian materiil yang tercatat hingga saat ini yakni 1.962 rumah mengalami kerusakan sedang hingga berat.

"Untuk korban meninggal yang datanya sudah diupdate hari ini, yakni yang telah ditemukan jenazahnya dan telah diverifikasi. Semua data ini data sangat dinamis dan akan selalu diupdate," pungkas Raditya. (H-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

Kemenag Atur Skema Haji Jika Kuota Dibatasi

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Senin 12 April 2021, 08:44 WIB
Kementerian Agama optimistis penyelenggaraan Haji 2021 tetap terbuka meski dengan pembatasan kuota. Sejumlah skema jemaah yang...
firstincare.com

Ketahui Ciri-Ciri Lansia yang Sehat Jasmani dan Rohani

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 06:00 WIB
Untuk menjaga kondisi sehat ini mereka memerlukan asupan makanan yang bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup dan rutin...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Cerita Bambang Brodjonegoro jadi Menristek Terakhir

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 05:50 WIB
Bambang Brodjonegoro menceritakan sempat mengusulkan agar kementeriannya kembali menjadi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya