Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meyakini Sekolah Sukma Bangsa di Sigi, Sulawesi Tengah, menjadi harapan bagi masyarakat setempat.
"Saya yakin Sekolah Sukma Bangsa Sigi bisa jadi kebanggaan kita semua," kata perempuan yang akrab disapa Rerie itu di lokasi, Sabtu (3/4).
Rerie menyebut Sekolah Sukma Bangsa Sigi bakal mendorong nilai-nilai kebangsaan. Apalagi, Sulawesi Tengah adalah tepat titik tengah pertemuan Indonesia bagian timur dan barat.
"Kita yakin keberadaan Sekolah Sukma Bangsa Sigi menyuarakan nilai-nilai kebangsaan," papar politikus Partai NasDem itu.
Baca juga: Ketua DPRD Sulteng Wakafkan 4 Ha Tanah untuk Sekolah Sukma Bangsa
Rerie juga mengapresiasi pemberian beasiswa bagi 60 siswa di tahap awal. Menariknya, seluruh siswa adalah perempuan.
"Sekolah Sukma Bangsa Sigi menunjukkan kebangkitan perempuan dan akan bisa kita capai," tuturnya.(OL-5)
Program pendidikan singkat ini akan berlangsung selama delapan hari dengan metode yang inklusif dan menyenangkan.
DI banyak daerah di Indonesia, kualitas pendidikan tak kunjung membaik bukan lantaran kita kekurangan data, melainkan karena data belum benar-benar dihidupkan dalam praktik.
Mewujudkan sekolah sebagai basis dukungan dan peluang dalam praktik berpolitik bisa menjadi awal pemberdayaan bagi generasi pemimpin dan warga negara di masa mendatang.
DALAM beberapa tahun terakhir, konsep pembelajaran mendalam (PM) semakin mendapat perhatian dalam dunia pendidikan.
PERJALANAN studi ke Sydney pada 25 Mei-1 Juni 2025 memberikan saya kesempatan berharga untuk menyelami langsung sistem pendidikan Australia.
BEKERJA dan mendidik sebagai guru hampir selalu beriring dengan kepercayaan bahwa masa depan kehidupan berada di tangan generasi yang lebih muda; para murid dan pembelajar
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya memperluas partisipasi perempuan di bidang STEM sebagai strategi meningkatkan inovasi, daya saing, dan pembangunan SDM Indonesia.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai kebijakan pemerintah menunda akses akun digital, termasuk media sosial, bagi anak di bawah usia 16 tahun merupakan langkah penting.
Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan komitmen semua pihak untuk mewujudkan upaya yang lebih baik dalam pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja.
Perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, dari ancaman yang menyertainya.
Komitmen negara untuk melindungi dan memenuhi hak setiap warganya, termasuk penyandang disabilitas, harus konsisten diwujudkan dengan dukungan semua pihak.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat tegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai wujud nilai Empat Pilar Kebangsaan dan solidaritas sosial masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved