Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Aceh, DKMG dan Yayasan Sukma Gelar Program Psikososial

Amiruddin Abdullah Reubee
19/12/2025 14:03
Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Aceh, DKMG dan Yayasan Sukma Gelar Program Psikososial
Relawan Sekolah Sukma Bangsa Peduli Korban Banjir sedang menyemangati anak-anak di kawasan Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.(MI/Amirudin)

Hampir satu bulan berlalu, duka akibat bencana banjir yang menerjang wilayah Aceh dan sebagian Sumatra belum juga surut. Di balik krisis kebutuhan dasar seperti pangan dan air bersih, tersimpan luka batin yang mendalam pada diri anak-anak penyintas. Raut kecemasan dan ketidakpastian masa depan tergambar jelas di wajah generasi penerus tersebut.

Merespons kondisi tersebut, Dompet Kemanusiaan Media Group (DKMG) berkolaborasi dengan Yayasan Sukma menyelenggarakan Program Dukungan Psikososial. Program ini merupakan bentuk pemulihan emosional dan psikologis bagi anak-anak terdampak untuk menyembuhkan trauma akibat bencana hebat yang mereka alami.

Program pendidikan singkat ini akan berlangsung selama delapan hari dengan metode yang inklusif dan menyenangkan. Anak-anak korban banjir akan diboyong dari lokasi pengungsian menuju lingkungan sekolah yang lebih kondusif, yakni di Sekolah Sukma Bangsa (SSB) terdekat.

Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Victor Yasadhana, menjelaskan bahwa program ini menyasar anak usia dini hingga sekolah dasar.

"Peserta terdiri dari anak usia 4 hingga 9 tahun yang dibagi dalam dua kelompok kategori usia. Seluruh rangkaian selama 8 hari ini akan dibagi menjadi dua gelombang, di mana masing-masing gelombang mendapatkan pendampingan intensif selama empat hari," ujar Victor kepada Media Indonesia, Jumat (19/12).

Tim pengajar yang dilibatkan merupakan dewan guru Sekolah Sukma Bangsa yang memiliki kompetensi khusus di bidang pendidikan karakter, psikologi anak, serta kemampuan pedagogik. Hal ini penting agar proses transfer energi positif dan pemulihan trauma dapat berjalan secara menyeluruh.

Menurut Victor atau yang akrab disapa Pak Tongki, antusiasme warga sangat tinggi. Meskipun baru akan dimulai secara serentak pada Senin (22/12) mendatang, simulasi sederhana di lokasi pengungsian telah memicu minat banyak orang tua untuk mengikutsertakan anak mereka.

"Fasilitas di Sekolah Sukma Bangsa tentu jauh lebih nyaman dan mendukung dibandingkan di pengungsian. Kami ingin memberikan ruang di mana mereka bisa merasa aman kembali. Program ini sepenuhnya berbasis sukarela dan atas izin orang tua," tambah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.

Melalui dukungan psikososial ini, DKMG dan Yayasan Sukma berharap luka batin anak-anak Aceh tidak permanen, sehingga mereka dapat kembali menata harapan dan melanjutkan masa kecil mereka dengan senyuman, meski di tengah sisa-sisa reruntuhan pascabencana. (MR/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya